Tak hanya polusi, dunia fashion juga menyumbang banyak polusi. Untuk itu, sudah banyak penikmat fashion yang mulai memilih opsi yang lebih aman bagi lingkungan. 

Dengan adanya polusi, perubahan iklim, dan gaya hidup yang tidak ramah lingkungan, Bumi jadi planet yang di ujung tanduk. 

Salah satu polusi yang tak kalah mengkhawatirkan adalah limbah pakaian. Dari sekian banyak penyebabnya, salah satu yang jadi kuncinya adalah fast fashion

Lalu, apakah para konsumennya sudah menyadari hal ini dan apakah sustainable fashion sudah dipahami banyak orang? 
SIAPGRAK.COM akan menjabarkan semuanya untuk Mama. 

1. Pengertian fast fashion

SIAPGRAK.COM/marymarkevich

Fashion memiliki musim-musimnya sendiri dan setiap musim akan memiliki koleksi yang berbeda. Brand besar dan multinasional biasanya memiliki koleksi yang sangat cepat berubah dan berganti. 
Seperti contoh, sebuah brand internasional memiliki proses desain hingga produksi jadi selama 5 minggu saja. Dalam setahun, mereka bisa mengeluarkan 20 jenis koleksi berbeda. 
Dalam bingkai yang lebih besar, fast fashion menggunakan buruh dengan upah minim, penggunaan kain berlebihan dan limbah pakaian yang sangat banyak, demikian menurut Vox

2. Bagaimana sustainable fashion mulai bertumbuh

SIAPGRAK.COM/user18526052

Pada tahun 2019, brand fashion Forever 21 mendeklarasikan bangkrut. Sedangkan menurut para ahli di bidang fashion, bangkrutnya ini dikarenakan meningkatnya produk yang lebih sustainable atau bertanggung jawab pada lingkungan. 

Selain itu, semakin banyak juga orang yang memilih produk ini dibanding produk dari hasil fast fashion, demikian dilansir dari Nielsen IQ. 

Dari sanalah mulai banyak brand kecil maupun besar yang memberikan porsi untuk sustainable dan ethical fashion. 

3. Sudah banyak konsumen yang menyadari akan pentingnya sustainable fashion

Pinterest/HOWTOWEAR Fashion

Dalam pengertian singkat, sustainable fashion adalah kegiatan di bidang industri fashion yang mempertimbangkan kelayakan pekerja, materi, makhluk hidup sekitar, dan keberlangsungan Bumi, seperti yang dilansir dari Good On You

Sedangkan menurut Associate Marketing Director ZALORA Indonesia, Bimo Darmoyo, sustainable fashion ini sudah dipahami oleh banyak pecinta fashion. 

"Ada 90% konsumen yang sangat sadar akan sustainable fashion. Bahkan 50% dari konsumen tersebut bersedia membayar lebih mahal untuk produk yang sustainable dan ethical," tuturnya dalam acara Mega Gathering ZALORA 12.12 Mega Sale. 

Data tersebut didapat dari hasil survei ZALORA pada pertengahan tahun 2020. 

4. Akan menjadi salah satu tren fashion di tahun 2022

Dok. Jakarta Fashion & Food Festival 2021

Dalam acara yang sama, Alvasus, seorang Fashion Stylist pun mengungkapkan seperti apa tren fashion yang akan banyak diadaptasi di tahun depan. 
Menurutnya, banyak konsumen yang tidak hanya memikirkan harganya, tapi juga memikirkan keawetan dari produk yang dipilihnya. 

"Mereka juga mementingkan quality dan longevity, apakah produk ini akan esensial bagi mereka," ujarnya dalam acara yang sama. 

Untuk itu, Bimo berharap ia bisa menyediakan yang terbaik untuk tren yang sedang ada sekarang. 

"Kami berharap apapun tren yang sedang berlangsung, kami selalu bisa memberikan yang terbaik," tuturnya. 

Itu dia penjelasan dari sustainable fashion dan fakta yang beredar di luar sana. Apakah Mama sudah menganutnya juga?

  • ISEF 2021 Gelar Fashion Show Mengusung Konsep 'Sustainable Fashion'
  • Irit dan Ramah Lingkungan! Ini 5 Cara Mempraktikan Sustainable Fashion
  • Lebih Simpel dan Sustainable, Ini 7 Prediksi Tren Busana Muslim 2021