Ketika anak melanggar aturan atau berperilaku tidak baik, sebagai orangtua adalah hal yang wajar jika memberikan hukuman. Sebagai bentuk mendidik, ada berbagai cara yang bisa dilakukan dalam mendisiplinkan anak. Salah satunya adalah hukuman grounding

Apa itu hukuman grounding, dan apa efeknya pada anak? Kali ini SIAPGRAK.COM akan merangkum informasi yang perlu diketahui orangtua, dilansir dari MomJunction:

1. Apa itu grounding?

SIAPGRAK.COM/drobotdean

Grounding adalah metode mendisiplinkan anak dengan cara membatasi hak mereka. Ada beberapa tipe interaksi sosial yang biasanya dibatasi saat orangtua memberi hukuman grounding pada anak. 

Pembatasan yang biasanya diberlakukan dalam hukuman grounding adalah mencabut layanan WiFi di rumah, melarang anak bermain ke luar rumah, membatasi waktu bermain game, dan sebagainya. 

Grounding biasanya diberlakukan dalam rentang waktu spesifik, misalnya selama sehari penuh. 

2. Perilaku yang membuat anak dihukum grounding

SIAPGRAK.COM/user11472009

Orangtua menggunakan grounding sebagai hukuman karena berbagai alasan, antara lain ketika anak melanggar aturan di rumah, melakukan kekerasan kepada saudaranya, bersikap tidak hormat kepada orangtua atau saudara, berbohong, mencuri, atau melakukan kebiasaan buruk.

3. Hukuman grounding dapat membuat anak kehilangan self-esteem

bbc.com

Grounding memang menghasilkan efek jera yang instan pada anak. Tetapi ada dampak lain yang perlu dipertimbangan orangtua tatkala menerapkannya. Salah satunya adalah self-esteem atau harga diri.

Jika orangtua menghukum anak tanpa memberinya alasan yang tepat, anak dapat merasa kehilangan harga dirinya. Ia akan menebak-nebak pilihan dan tindakan yang akan dilakukannya, karena ia tidak tahu seperti apa batasan yang jelas.

Kekhawatiran yang terus-menerus ini dapat membuat anak mengembangkan rasa takut yang tidak rasional terhadap hukuman. Anak pun dapat mengembangkan kecemasan dalam dirinya.

4. Grounding dapat membuat anak makin membangkang

SIAPGRAK.COM/Pixel-shot.com

Hasil berupa efek jera hanyalah berlangsung sementara. Sebaliknya, ketika anak sering mendapat grounding, ia bisa saja berbalik menjadi pembangkang. Ia mungkin akan dengan sengaja melakukan hal-hal buruk untuk menguji kesabaran orangtuanya. 

Oleh karena itu, para ahli menyarankan, jika orangtua memang harus menghukum anak dengan grounding karena kesalahan yang sama, sebaiknya tidak dilakukan lebih dari dua kali. Orangtua perlu memikirkan opsi mendisiplinkan yang lain. 

5. Grounding membuat anak menyimpan dendam

SIAPGRAK.COM/publicdomainpictures

Beberapa hukuman grounding membuat anak kehilangan interaksi dengan teman-temannya. Bahkan ada orangtua yang tak segan-segan menghukum anak di depan teman-temannya. 

Apabila anak merasa dipermalukan di antara teman-temannya, ia bisa menyimpan dendam terhadap orangtuanya. Ia mungkin mulai membandingkan orangtuanya dengan orangtua teman-temannya. 

Walau perilaku ini lebih sering terjadi pada anak yang lebih besar dan remaja, anak-anak yang lebih kecil mungkin juga menyimpang perasaan yang sama. 

Hukuman grounding mungkin tampak sebagai cara terbaik untuk menegakkan aturan. Namun, jika tidak dilakukan dengan benar, cara ini justru akan menjauhkan orangtua dan sang Anak.

Lakukan secara wajar dan beri anak kesempatan untuk belajar dari kesalahannya. 

  • Cara Bijak Menghukum Anak Sesuai dengan Usianya
  • 6 Dampak Bahaya Silent Treatment untuk Menghukum Anak
  • Perbedaan Hukuman dan Konsekuensi, Mana Lebih Efektif?