Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (26/7/2021). Foto: Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden/HO ANTARA

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan pemerintah bakal mengganti aturan PPKM Level 3 di semua daerah yang dibatalkan, dengan aturan pembatasan khusus pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Tito menjelaskan, salah satu pertimbangannya karena diperkirakan setidaknya 9 daerah aglomerasi sudah mencapai herd immunity.

"Survei yang sementara ada dua, Kemendagri dan Kemenkes, juga menunjukkan bahwa tingkat antibodi kita cukup tinggi juga. Sehingga kita kemungkinan sudah mencapai herd immunity dari 9 daerah aglomerasi," ungkap Tito di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/12).

Ia menuturkan, apabila diterapkan PPKM Level 3 se-Indonesia, maka aturan pembatasannya akan sangat ketat. Padahal, situasi antara satu daerah dengan daerah lainnya berbeda.

Lebih lanjut, keputusan dibatalkannya PPKM Level 3 ini dikeluarkan mengingat situasi pandemi COVID-19 di Indonesia masih begitu dinamis.

"Kalau diterapkan level 3 itu pembatasannya sangat ketat, bahkan sangat-sangat ketat. Tidak semua daerah dan kita melihat indikator-indikator itu menunjukkan perbaikan. Kalau yang lalu, asumsinya saat itu menerapkan pembatasan mirip Level 3, kan disebut level 3. Tapi ini kan semua dinamis, dinamis," tutur Tito.

Sejumlah warga berswafoto saat berolahraga di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (31/10/2021). Foto: Aprillio Akbar/Antara Foto

Tito juga mengungkapkan hasil survei serologi antibodi masyarakat juga sudah cukup tinggi.

Faktor-faktor itulah yang membuat pemerintah membatalkan penerapan PPKM Level 3 se-Indonesia, dan menggantinya dengan pembatasan khusus masyarakat di masa libur Nataru.

"Maka pemahaman penerapan level 3 tidak dilakukan di semua wilayah, karena kalau menggunakan istilah level 3 nanti di semua wilayah," tegas dia.

Sehingga judulnya diganti dengan pembatasan kegiatan masyarakat di masa Nataru, 24 Desember sampai dengan 2 Januari. Nah itu spesifik."- Desember

Lebih lanjut, ia berpandangan kebijakan yang berubah-ubah ini bukanlah sesuatu yang aneh. Sebab, setiap pekan kondisi COVID-19 di daerah-daerah begitu dinamis, termasuk level PPKM. Sehingga, diputuskan tidak ada PPKM Level 3 serentak pada akhir tahun ini.

"Dari hasil rapat kemarin di Istana maka tidak menggunakan istilah level 3, tapi pembatasan khusus Nataru dan diaturnya spesifik," tutup Tito.