Fenomena Ghozali Everyday Menjamur, Pemerintah Diminta Jangan Buru-buru Tagih Pajak (FOTO:MNC Media)
Fenomena Ghozali Everyday Menjamur, Pemerintah Diminta Jangan Buru-buru Tagih Pajak (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Saat ini, perkembangan teknologi digital akan banyak menciptakan ruang market baru kedepan. 

Seperti fenomena Ghozali, pria yang sukses menjual karya foto selfienya di Pasar Non-Fungible Token (NFT) dalam kurun waktu 5 tahun kebelakang. 

Pengamat ekonomi dari Inventure Knowledge Yuswohady mengatakan terciptanya pasar baru tersebut harus didukung oleh kebijakan pemerintah yang berpihak kepada pengembangan pasar terlebih dahulu.  

"Regulasi itu kan kalau bisa yang membuat market ini tumbuh, karena ini kan memberikan lapangan pekerjaan yang luar biasa, jadi orang yang nganggur gitu bikin kreasi digital art, terus di jual kan menguntungkan," ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (18/1/2022). 

Yuswohady mengatakan peran pemerintah tidak perlu terburu-buru untuk menakutkan masyarakat yang sedang berkembang melalui market yang baru tercipta dengan masalah pajak. 

"Ya memang harus bayar sih, karena mereka kan dapat penghasilan, tapi pemerintah harus atur bagimana agar kondisinya semakin bertumbuh, jangan sampai padam hanya karena kebijakan pajak," sambung Yuswohady. 

"Kalau bisa malah kalau untuk awal-awal tidak dipajakin misalnya, nanti setelah tiga bulan baru dikenakan, sama halnya dengan mobil, ketika penjualan sedang turun maka PPnBM di 0% kan," tambah Yuswohady. 

Yuswohady menjelaskan hal tersebut dapat meningkatkan minat masyarakat untuk meraih pendapatan melalui pasar digital yang sedang terciptanya. Disamping itu akan menciptakan semangat untuk masyarakat menciptakan produk digital yang berkualitas karena harus kompetitif meraih pasar. 

"Justru pemerintah itu mendorong, jadi peran pemerintah penting untuk mengairahkan market dari NFT ini, karena kalau sudah banyak sampah, ini nanti NFT jadi tidak menarik," tuturnya. 

(SANDY)