BKSDA Kalteng Melakukan Rescue Induk dan Anak Orangutan Hingga Malam Hari
BKSDA Kalteng Melakukan Rescue Induk dan Anak Orangutan Hingga Malam Hari

Kotawaringin Timur, Kalteng, tvOne

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) SKW II Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, bersama dengan Orangutan Foundation International (OFI), kembali melakukan rescue terhadap induk dan anak orangutan di desa Bajarau, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (23/06).

"Penyelamatan orangutan kali ini memakan waktu cukup lama, karena induk bersama anak orangutan tersebut baru muncul saat menjelang senja," ungkap Kepala BKSDA SKW II Pangkalan Bun, Dedi Setiadi, Kamis.

Rescue terhadap kedua individu orang ini, karena adanya laporan warga desa Bajarau. Sehingga tim rescue BKSDA bersama OFI mendatangi lokasi keberadaan orangutan tersebut.

Ternyata orangutan ini sebelumnya memang dibiarkan, bahkan dijaga oleh warga disana. Bahkan orangutan tersebut sering kali diberi makan seperti buah pisang atau buah-buahan lainnya.

"informasi warga orangutan tersebut sudah hampir 10 tahun berada di kawasan hutan di Desa Bejarau ini, hingga akhirnya primata ini hidup berkembang biak dan melahirkan anaknya," kata Dedi

Upaya rescue dilakukan mulai jam 17.00 WIB. Dan saat itu hanya terlihat satu induk orangutan yang sedang menggendong anaknya berada di atas pohon yang cukup tinggi.

Hal iTu membuat tim rescue mengalami sedikit kesulitan untuk melakukan evakuasi, apalagi hari sudah menjelang senja dan mulai gelap.

Proses rescue akhirnya dilakukan dengan menggunakan penerangan lampu senter. Tim rescue pun berhasil menembak bius terhadap induk betina orangutan yang diperkirakan berumur antara 20 hingga 25 tahun.

"Induk orangutan tersebut akhirnya pingsan dan terjatuh beserta anaknya. Kamipun langsung menyambutnya dengan menggunakan jala yang telah dibentangkan di bawah pohon," terang Dedi.

Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, induk dan anak orangutan dinyatakan sehat, dan segera dibawa ke Balai Konservasi Wilayah II Pangkalanbun, untuk menjalani perawatan.

"Jika memungkinkan, kedua orangutan tersebut rencananya akan langsung dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kotawaringin Barat, atau ke swaka marga satwa Lamandau, yang ada di Kabupaten Lamandau," pungkas Dedi. (DSI)