AFP/GETTY IMAGES via BBC INDONESIA
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meninggalkan ruangan usai penutupan rapat menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 di Jakarta pada 18 Februari 2022.

JAKARTA, SIAPGRAK.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, presidensi G20 Indonesia turut membahas kepentingan pekerja perempuan, termasuk isu soal gaji yang dibedakan berdasarkan gender.
Bendahara negara ini mengungkapkan, gaji perempuan biasanya lebih kecil. Besarannya sekitar 30 persen lebih rendah dibanding laki-laki.
"Makanya waktu Indonesia sebagai 0residensi G20 dan kita mengangkat isu Women 20 (W20) secara konstruktif. Menunjukkan kemampuan kompetensi perempuan ini merupakan angin segar yang baik," kata Sri Mulyani dalam tayangan Youtube Road to W20, Sabtu (21/5/2022)

Wanita yang karib disapa Ani ini menuturkan, perempuan akan dibayar lebih rendah sebagus apapun kinerjanya. Pasalnya, profesi tersebut dianggap pekerjaan sampingan dari ibu rumah tangga.
Perlakuan yang diberikan akan berbeda jika laki-laki yang berkinerja baik. Biasanya, atasan akan langsung menghitung profit atau bonus di luar gaji dari baiknya kinerja tersebut.
"Perempuan dibayarnya 30 persen lebih rendah dari laki-laki. Kalau perempuan melakukan sesuatu karena gendernya, dia dianggap itu suatu pekerjaan yang cute, ya sudah dikasih seadanya. Kalau laki-laki langsung dihitung cost, margin berapa, dan dia mendapat profit," beber Ani.

Tak heran kata Ani, pandangan ini menjadi salah satu tantangan besar selama pandemi. Ketika pandemi Covid-19 menghantam dunia, perempuan yang paling banyak terkena imbas.
Pekerja di bidang kesehatan termasuk perawat misalnya, banyak didominasi oleh perempuan di seluruh dunia. Di sisi lain, seorang ibu rumah tangga yang bekerja juga harus mengurus anak dengan sistem belajar dari rumah (study from home/SFH).
Dengan begitu, perempuan dihadapkan pada kondisi tak ideal karena banyaknya beban yang ditanggung.
"Implikasi dari kesehatan pandemi adalah masalah sosial, dominasi dari pekerja di bidang sosial lagi-lagi perempuan. Pandemi ini krisisnya langsung ke UMKM yang didominasi perempuan, and thats why pandemi lebih sulit untuk perempuan," tandas Sri Mulyani.

Penulis : Fika Nurul Ulya Editor : Akhdi Martin Pratama