Gambar mikroskop elektron (EM) menunjukkan partikel virus monkeypox dewasa berbentuk oval serta partikel bulan sabit dan bulat dari virion yang belum matang, diperoleh dari sampel kulit manusia. Foto: Reuters

Otoritas kesehatan Swiss pada Sabtu (21/5), melaporkan kasus pertama cacar monyet di negara itu. Kasus ini dialami seseorang yang tinggal di Kanton Bern yang terpapar saat berada di luar negeri.

Otoritas kesehatan Kanton Bern mengatakan, pasien tersebut menjalani rawat jalan dan sekarang diisolasi di rumahnya. Setiap orang yang telah melakukan kontak dengan pasien ini telah diberi tahu.

"Sejauh yang kami tahu, yang bersangkutan terpapar virus di luar negeri," jelas otoritas kesehatan Kanton Bern dikutip dari AFP.

Pejabat kesehatan mengetahui kasus tersebut pada Jumat (20/5) dan dikonfirmasi sebagai cacar monyet pada hari berikutnya.

Kepala Institut Mikrobiologi Angkatan Bersenjata Jerman Roman Woelfel bekerja di laboratoriumnya di Munich, 20 Mei 2022, setelah Jerman mendeteksi kasus cacar monyet yang pertama. Foto: REUTERS/Christine Uyanik

Swiss menjadi salah satu dari beberapa negara yang mengkonfirmasi infeksi cacar monyet, termasuk Inggris, Jerman, Spanyol, Swedia, Inggris, dan Amerika Serikat. Hal ini meningkatkan kekhawatiran virus mungkin menyebar cepat.

Gejala penyakit langka tersebut adalah demam, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, kedinginan, kelelahan dan ruam seperti cacar air di tangan dan wajah.

Virus dapat ditularkan melalui kontak dengan lesi kulit atau tetesan dari orang yang terkontaminasi, serta melalui barang-barang seperti tempat tidur dan handuk. Menurut WHO, cacar monyet biasanya hilang setelah dua hingga empat minggu.

Bagian dari jaringan kulit, diambil dari lesi pada kulit monyet, yang telah terinfeksi virus monkeypox, terlihat pada pembesaran 50X pada hari keempat perkembangan ruam pada tahun 1968. Foto: CDC/Handout via REUTERS

Direktur Regional WHO untuk Eropa, Hans Kluge, memperingatkan bahwa kasus dapat meningkat dalam beberapa bulan mendatang, ketika virus menyebar ke seluruh Eropa.

Menurut Kluge, sebagian besar kasus awal penyakit ini terjadi di antara pria yang berhubungan seks dengan pria dan mencari pengobatan di klinik kesehatan seksual.

"Ini menunjukkan bahwa penularan mungkin telah berlangsung selama beberapa waktu," paparnya.

WHO sedang menyelidiki fakta bahwa banyak kasus cacar monyet yang dilaporkan adalah orang-orang yang mengidentifikasi diri sebagai gay, biseksual atau laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Termasuk beberapa kasus di Inggris.

Infografik Waspada Cacar Monyet. Foto: kumparan