Wanita asal Inggris bernama Mary Ann Bevan ini rela mengikuti kontes wanita terjelek di dunia. (Foto: Twitter/AhmedI_Elsayed)
Wanita asal Inggris bernama Mary Ann Bevan ini rela mengikuti kontes wanita terjelek di dunia. (Foto: Twitter/AhmedI_Elsayed)

LONDON, SIAPGRAK.COM - Kisah wanita asal Inggris bernama Mary Ann Bevan yang rela mengikuti kontes wanita terjelek di dunia ini mengharukan. Apalagi tujuannya hanya demi bisa melunasi utang dan menafkahi anaknya.

Mary merupakan seorang perawat yang lahir pada bulan Desember 1874. Lahir sebagai salah satu anak dengan delapan bersaudara di sebuah keluarga kurang mampu di Plaistow, bagian timur London. 

Awalnya dia merupakan seorang perempuan cantik yang tumbuh seperti kebanyakan kaum hawa lainnya. Dia menikah saat berusia 29 tahun dengan Thomas Bevan dan memiliki empat orang anak.

Seiring berjalannya waktu, perubahan fisik mulai terlihat pada paras cantiknya. Wajahnya mulai keriput dan terlihat tua meski umurnya masih terbilang cukup muda kala itu. 

Perubahan fisiknya ini disebabkan oleh sebuah penyakit bernama gigantisme dan pembengkakan ekstrem. Penyakit itu menyebabkan banyaknya keriput dan pertumbuhan badan yang bisa dibilang tidak normal.

Kehidupan Mary semakin buruk ketika suaminya, Thomas, meninggal dunia 11 tahun setelah pernikahan mereka. Wanita berusia 30-an ini akhirnya mencoba segala cara untuk bertahan hidup seperti mencari pekerjaan. Namun fisik menghalanginya untuk diterima bekerja dimana pun.

Perubahan hidup Mary dimulai saat dia mengetahui sebuah kontes yang mungkin cocok untuk dirinya. Kontes wanita terjelek di dunia.

Tanpa berpikir dua kali, Mary Ann langsung mengirim foto diri terbarunya yang mana menarik perhatian Claude Bartram's, sebuah agen Eropa untuk sirkus Amerika, Barnum and Bailey.

Namun meski sudah melihat secercah cahaya untuk mendapatkan penghasilan, Mary tidak suka dengan ide dia harus dipamerkan di depan orang banyak. 

Itu karena dirinya malu dan tidak ingin terpisah dengan anak-anaknya. Tapi Mary tahu bahwa dirinya tidak memiliki pilihan lain. 

Hingga akhirnya dia menerima pekerjaan tersebut dengan bayaran 10 poundsterling per minggu atau setara dengan Rp 164.000 dengan kurs mata uang saat ini.

Setelah beberapa tahun bekerja untuk sirkus di Amerika, Mary kembali ke Eropa pada 1925. Dia mengambil bagian dalam sebuah pameran di Paris tetapi menghabiskan sisa hidupnya di Coney Island Dreamland Show. 

Dikatakan, dia mempunyai kebiasaan minum yang parah selama tahun-tahun terakhirnya. Dia pun kehilangan banyak kekayaan karena investasi yang buruk. Mary Ann akhirnya meninggal pada tahun 1933.

Saat ini penyakit seperti yang diderita Mary Ann sudah dapat diobati.