Anak-Buya-Arrazy.jpg

Balita berusia tiga tahun meninggal dunia karena tertembak senjata api di Tuban, Jawa Timur. Kejadian nahas itu menimpa anak Buya Arrazy, ulama kondang pengasuh lembaga tasawuf di Ciputat Tangerang. Mirisnya, senjata tersebut merupakan milik anggota Polri yang menjadi pengawal sang ayah. Bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi? Simak fakta-faktanya berikut ini!

Fakta Meninggalnya Anak Buya Arrazy Karena Tertembak

1. Anak Buya Arrazy Meninggal di Tuban

Anak Buya Arrazy

Sumber : unsplash

Putra kedua Buya Arrazy Hasyim, yakni Hushaim Shah Wali Arrazy meninggal dunia pada Rabu (22/6/2022) karena tertembak senjata yang dibawa oleh anggota Polri berinisial M yang melakukan pengawalan ketat pada sang ulama.

Anak berusia 3 tahun itu memang ikut perjalanan kedua orang tuanya dalam rangka roadshow mengisi ceramah agama di sejumlah wilayah di Kabupaten Tuban. Ia meninggal dunia di rumah kakek neneknya di Desa Palang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Artikel terkait : Tragis! Sebelum bunuh diri polisi ini tembak istri, begini kronologisnya

2. Terjadi Saat Waktu Salat Zuhur

Peristiwa terjadi sekitar waktu salat zuhur sekitar pukul 13.00 WIB. Kala itu anggota Polri M hendak menunaikan salat di masjid. M meletakkan senjatanya di tempat yang menurutnya aman. Namun, rupanya senjata tersebut masih terjangkau oleh anak-anak. Saat M salat, anak pertama Buya Arrazy berinisial H (5), mengambil senjata milik M.

Senjata tersebut kemudian dibawa bermain oleh H bersama adiknya. Tiba-tiba terdengar suara letusan. Ternyata, senjata tersebut meletus mengenai dagu korban. Bocah itu pun meninggal dunia karena luka yang dideritanya.

“Jadi musibah itu terjadi saat petugas itu salat. Kejadiannya di rumah. Rumahnya itu pas mepet masjid. Petugas itu sudah meletakkan senpi di tempat yang aman,” Kasat Reskrim Polres Tuban AKP M Gananta dikutip dari Detik.

Artikel terkait : “Aku Sayang Ibu” – Pesan Terakhir Korban Penembakan Orlando Pada Ibunya

3. Senjata Diambil dan Dimainkan oleh Anak Buya Arrazy

Anak Buya Arrazy

Sumber : unsplash

Menurut keterangan AKP M Gananta, senjata tersebut sebenarnya telah disimpan di tempat aman. Namun, tidak disangka masih bisa dijangkau oleh kakak korban. Selain itu, senjata api juga sudah terkunci tetapi anak-anak tersebut mengutak-atiknya.

“Senpi itu dibuat mainan kakak kandung korban yang berusia 5 tahun. Sedangkan korban ini usia 3 tahun. Senpi itu sudah di-lock maksimal, sudah safety. Tapi namanya anak kecil rasa ingin tahunya besar,” kata Gananta lagi.

Korban sempat dibawa ke rumah sakit setelah kejadian. Sayang, nyawanya tidak tertolong akibat luka yang cukup parah di bagian dagu.

4. Senjata Diletakkan di Dalam Tas

Melansir Viva, AKP M Gananta menyebut anggota polisi M memasukkan senjatanya di dalam tas kemudian meletakkannya di tempat yang aman di kediaman mertua Buya Arrazy. Sementara M menunaikan salat di Masjid yang kebetulan menempel dengan rumah tersebut.

Namun, di luar pengawasannya tas tersebut bisa dijangkau oleh anak pertama Buya Arrazy yang berusia 5 tahun. Senpi di dalam tas dikeluarkan bocah tersebut lalu dibuat mainan. Peristiwa tragis itu terjadi di kediaman mertua Buya Arrazy.

5. Anggota Polri M Langsung Ditarik ke Satuannya

M Ganantha mengungkapkan bahwa petugas polisi M yang melakukan pengawalan kepada Buya Arrazy bukanlah dari Polres Tuban. Ia bertugas di Markas Besar Kepolisian RI. Saat ini petugas tersebut sudah ditarik oleh satuan kerjanya. Jadi, untuk tindak lanjut masih menunggu keputusan dari tempatnya bertugas.

“Kalau tindak lanjut selanjutnya kami belum tahu karena satkernya [di Mabes Polri] langsung mengambil,” ucap Gananta.

6. Disebut Murni Kecelakaan

Anak Buya Arrazy

Sumber : unsplash

Kapolres Tuban AKBP Darman menyebut bahwa peristiwa tersebut merupakan murni kecelakaan dan tidak ada faktor kesengajaan. Sebab, senjata telah diletakkan di tempat yang aman menurut pemiliknya. Namun, M tetap menjalani pemeriksaan atas dugaan kelalaian mengamankan senjata dan izin penggunaan senjatanya.

“Ini musibah, tidak disengaja. Untuk selanjutnya, M akan diperiksa oleh satuan tempat bertugas,” ujar AKBP Darman.

Artikel terkait : Ingin Belikan Kado Ulang Tahun Istri, Pria Ini Tertembak Demi Lindungi Anaknya

7. Ikhlas, Keluarga Tidak Menuntut atas Meninggalnya Anak Buya Arrazy

Pihak kepolisian menyebut kejadian tewasnya bocah 3 tahun putra Buya Arrazy Hasyim tidak akan dituntut sebagai kasus pidana. Alasannya, kedua orang tua korban telah mengikhlaskan meninggalnya sang anak dan tidak melakukan penuntutan.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan dan kedua orang tua tidak menuntut atas kejadian itu. Orang tua mengikhlaskan dan menganggap bahwa peristiwa itu adalah musibah,” kata Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP M Gananta kepada Detik.

Jenazah almarhum langsung dimakamkan di pemakaman umum Desa Palang, Kabupaten Tuban di dekat rumah keluarga mertua Buya Arrazy.

Itulah serangkaian fakta tentang anak buya Arrazy yang meninggal dunia akibat tertembak senjata api yang dimainkan bersama kakaknya. Pelajaran bagi kita semua Parents, jangan pernah lengah mengawasi buah hati kita!

***

:

Tertembak saat hamil 9 bulan, Sang ibu: "Aku bersyukur sempat memeluk bayiku"

Menyelamatkan Anak dari Serangan Anjing Pitbull, Ibu Ini Meninggal Dunia

Terinspirasi Money Heist, Karyawan Bank Merampok Akibat Terlilit Utang