SIAPGRAK.COM - SEOUL. Korea Utara melaporkan adanya lebih dari 200.000 pasien baru yang menderita demam selama lima hari berturut-turut saat negara tersebut memerangi wabah virus corona pertama yang dikonfirmasi.

Kantor berita Korea Selatan Yonhap melaporkan bahwa gelombang COVID yang sedang berlangsung telah memicu kekhawatiran akan kurangnya vaksin dan infrastruktur medis yang tidak memadai.

Di sisi lain, potensi krisis pangan di negara berpenduduk 25 juta yang telah menolak bantuan dari luar dan menutup perbatasannya tersebut juga ikut membayangi.

Televisi Pusat Korea (KCTV) melaporkan setidaknya 219.030 orang menunjukkan gejala demam pada Jumat malam. Tambahan kasus ini menjadikan jumlah total kasus di Korut tersebut mencapai 2.460.640.

Yonhap tidak merinci berapa banyak orang yang dites positif terkena virus, dan Reuters tidak dapat memverifikasi laporan itu secara independen.

Sayangnya dengan tertutupnya Korea Utara, pengamat menilai tanpa kampanye vaksinasi nasional dan kemampuan pengujian yang terbatas, data harian yang dirilis oleh media pemerintah sulit untuk diverifikasi.

Badan hak asasi manusia PBB telah memperingatkan konsekuensi bagi 25 juta penduduk karena tertutupnya pemerintah Korut.

Sementara Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan penyebaran yang tidak terkendali dapat menyebabkan munculnya varian baru yang lebih mematikan.