Kemenkes mengupdate data hepatitis misterius per Jumat, 13 Mei 2022. Data terbaru mengungkapkan jumlah pasien hingga kondisi terkini.
Kemenkes mengupdate data hepatitis misterius per Jumat, 13 Mei 2022. Data terbaru mengungkapkan jumlah pasien hingga kondisi terkini.

IDXChannel - Kementerian Kesehatan mengupdate data hepatitis misterius per Jumat, 13 Mei 2022. Data terbaru mengungkapkan jumlah pasien hingga kondisi terkini.

Dijelaskan Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso dr Mohammad Syahril, Indonesia sampai saat ini masih bisa mengantisipasi kasus hepatitis misterius. Rumah sakit pun dipastikan mampu menangani pasien dengan keluhan hepatitis misterius.

"Rumah sakit kami siap dan mampu menangani pasien hepatitis misterius. Kasusnya sendiri memang mulai banyak dilaporkan, tapi sampai sekarang baru 1 pasien dinyatakan probable," papar dr Syahril dalam paparan virtualnya pada awak media, Jumat (13/5/2022).

Secara lebih detail, berikut 5 fakta terbaru hepatitis misterius di Indonesia per Jumat, 13 Mei 2022:

1. Jumlah kasus terkini

Total pasien yang bergejala hepatitis misterius sebanyak 18 orang dengan rincian 1 pasien berstatus probable, 9 pasien pending classification, 7 pasien discarded, dan 1 pasien sedang menunggu hasil PE.

"Status discarded pada 7 pasien itu detailnya 1 pasien hepatitis A reaktif, 1 pasien hepatitis B reaktif, 1 tifoid positif, 2 DBD positif, dan 2 pasien berusia di atas 16 tahun," kata dr Syahril.

2. Pasien paling banyak berasal dari DKI Jakarta

Bicara soal sebaran kasus dilihat dari lokasi, DKI Jakarta melaporkan kasus hepatitis misterius terbanyak dengan 12 kasus. Selanjutnya datang dari Sumatera Utara (1), Sumatera Barat (1), Kepulauan Bangka Belitung (1), Jawa Barat (1), Jawa Timur (1), dan Kalimantan Timur.

3. 7 pasien dinyatakan meninggal dunia

Dokter Syahril pun menjelaskan soal kasus kematian diduga hepatitis misterius. Total kematian akibat penyakit yang belum diketahui penyebabnya ini sebanyak 7 kasus.

"Hampir semuanya datang ke rumah sakit dengan kondisi yang sudah sangat serius, sehingga pertolongan yang diberikan rumah sakit tidak bisa maksimal. Pasien ada yang datang sudah dengan kejang hingga hilang kesadaran," paparnya.

4. Usia dan jenis kelamin terbanyak

Kemenkes juga menemukan data bahwa usia 5-9 tahun menjadi usia paling banyak dilaporkan. Sementara itu, kasus di usia 0-4 tahun ada 4 orang, usia 10-14 ada 4 pasien, dan 15-20 tahun ada 4 pasien.

Bicara soal jenis kelamin, laki-laki mendominasi kasus hepatitis misterius dengan 9 kasus. Pasien perempuan tercatat 8 kasus, dan ada 1 kasus masih dalam verifikasi.

5. Demam jadi gejala paling tinggi dilaporkan

Kementerian Kesehatan juga mencatat soal gejala yang dilaporkan pasien hepatitis misterius, didapat bahwa demam jadi gejala paling banyak dikeluhkan pasien.

1. Demam (72,2%)

2. Mual (55,6%)

3. Muntah (50%)

4. Hilang nafsu makan (50%)

5. Diare akut (44,45)

6. Malaise atau Lethargy (44,4%)

7. Nyeri bagian perut (38,9%)

8. Arthralgia atau Myalgia (27,8%)

9. Sklera atau kulit ikterik (22,2%)

10. Gatal (11,1%)

11. Urin seperti teh (5,6%)

12. perubahan warna feses (5,6%)

13. Sesak napas (0%)

(NDA)