Detik-detik kecelakaan di Simpang Rapak, Balikpapan hari ini, Kamis 21 Januari 2022. Inzet: Sopir truk tronton. Berikut ini pengakuan sopir truk tronton, mulai dari awal mula kecelakaan maut di Balikpapan tabrak 6 mobil dan 14 motor.

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Miftah Aulia Anggraini

TRIBUNEWS.COM, BALIKPAPAN - Beberapa rumah sakit di Balikpapan masih melakukan perawatan intensif terhadap para korban kecelakaan maut di simpang Rapak.

Diketahui, total terdapat 36 korban tabrak truk tronton yang lepas kendali akibat rem blong di turunan Rapak, Jumat (21/1/2022), pagi tersebut.

Empat korban kecelakaan maut di Balikpapan dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, Dokter di Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo membongkar kondisi pasien korban kecelakaan mau di Rapak.

Satu diantaranya yakni Muhammad Yamin, warga Samarinda, pengemudi Alya merah.

SIAPGRAK.COM

Sekadar informasi, Muhammad Yamin beserta istrinya harus mendapatkan perawatan intesif di rumah sakit.

Putra mereka yakni Azka yang berusia 4 tahun hanya mengalami luka ringan.

Yamin, korban kecelakaan yang mengendarai mobil Ayla itu saat dibawa ke rumah sakit Kanudjoso Djatiwibowo pada Jumat (21/01/2022) kemarin, dalam kondisi kritis.

Kini mulai dapat melakukan kontak.

Direktur RSKD Balikpapan Edy Iskandar mengatakan, Muh Yamin masih berada di ruang ICU.

Kondisinya masih terus mendapat pantau yang dilakukan oleh tim dokter, setelah menjalani operasi di RSKD Balikpapan, pada Jum’at (21/1/2022) sore.

Muh Yamin, yang merupakan warga Samarinda mengalami luka cukup serius pada tangan dan lengan bagian kanan.

Sebelum menjalani operasi, dia juga mengalami pendarahan hebat.

“Tangan hingga lengan kanan mengalami luka berat, kaki kanan patah dan trauma di bagian perut serta luka pada bagian wajah,” kata Edy Sabtu (22/1/2022).

Edy melanjutkan, kondisi Muh Yamin juga akan terus dipantau dalam dua hingga tiga hari ke depan, untuk menentukan tindakan lanjutan.

Sebab, ada kemungkinan korban mesti diamputasi lantaran luka yang dialami.

“Kemungkinan terburuk memang diamputasi.

Nanti tim dokter akan berunding, apakah memungkinkan untuk direkontruksi atau harus diamputasi,” beber dia.

Edy menuturkan, ada 17 korban kecelakaan yang ditangani oleh RSKD Balikpapan, termasuk empat korban meninggal dunia.

Pihaknya juga sudah melakukan tindakan operasi kepada empat korban kecelakaan dan mengizinkan lima pasien pulang.

“Ada empat pasien kecelakaan yang masih menunggu observasi.

Apakah perlu dioperasi atau tidak, rata-rata mereka mengalami patah tulang kaki bawah,” kata Edy.

Petugas dibantu warga melakukan evakuasi korban kecelakaan maut di simpang Rapak Kota Balikpapan, Jumat (21/1/2022) (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO)

Dokter Hendra Gunawan, yang menangani Muh Yamin, menambahkan, tangan kanan hingga bahu korban mengalami kerusakan parah.

Lukanya hampir 90 persen akibat luka seret.

Dalam dua hingga tiga hari ke depan, kondisi suami dari Marwiah ini akan terus dipantau.

"Resiko terburuk memang amputasi pada tangan kanan.

Kalau untuk kaki kanan yang patah akan dipasang pen,” imbuhnya.

Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul Dokter Bongkar Skenario Terburuk, Pengemudi Alya Korban Kecelakaan Maut Balikpapan Terancam Amputasi