Deepfake Bikin Oknum Pembuat Video Porno Leluasa Gunakan Wajah Artis
Aktris Scarlett Johansson merupakan salah satu selebritas yang paling sering jadi korban teknologi Deepfake di film porno. Foto/IST

Teknologi Deepfakememudahkan oknum pembuat video porno leluasa menggunakan wajah artis seperti yang dialami selebritas Nagita Slavina. Diketahui awal pekan ini nama istri aktor Raffi Ahmad itu jadi pusat perhatian karena adanya video syur 61 detik.

Pemeran video singkat itu disebut-sebut mirip dengan Nagita Slavina. Kenyataannya sama sekali bukan karena pemeran yang asli ada seorang gadis bernama Miss Key. Pihak kepolisian mengatakan oknum pembuat video porno itu sengaja mengedit wajah Miss Key dengan paras Nagita Slavina.

Hal itu memang sangat mungkin mengingat saat ini teknologi sudah sangat maju. Hadirnya teknologi Deepfake bahkan sangat memudahkan itu dilakukan.

Film Red Notice yang diperani Gal Gadot, Dwayne Johnson dan Ryan Renolds bahkan terdapat satu adegan dimana teknologi Deepfake begitu mudah mengedit wajah asli seseorang dengan wajah lain yang diinginkan. Caranya bahkan sangat mudah dengan hanya menggunakan aplikasi khusus yang banyak beredar saat ini.

Saking mudahnya tidak heran jika banyak oknum yang menyalahgunakan teknologi. Nyatanya bukan Nagita Slavina saja yang wajahnya pernah digunakan secara sengaja untuk film porno.

Aktris Hollywood Scarlett Johansson bahkan sudah geregetan dengan oknum pembuat video porno dengan teknologi Deepfake. Pasalnya mukanya sudah banyak dipakai di berbagai film erotis yang ada saat ini. "Sulit untuk mencegah orang yang tidak bertanggung jawab mengambil wajah saya dan menaruhnya di video itu," keluh pemeran film Black Widow itu.

Sementara Roy Azoulay, pendiri dan CEO Serelay, situs validasi data dan foto mengatakan bahwa teknologi rekayasa gambar seperti Deepfake memang seperti pedang bermata dua. Teknologi itu bisa membantu banyak orang untuk merasakan kembali sensasi kehadiran orang-orang yang spesial dalam hidup mereka. Terutama orang-orang yang telah meninggal dunia. Aplikasi itu seperti MyHeritage dan lain-lain.

Namun di tangan orang yang tidak bertanggungjawab teknologi itu justru dibuat untuk hal-hal yang melanggar hukum seperti rekayasa video porno. Tidak heran jika menurut Roy Azoulay, Deepfake banyak menyerang selebriti dunia. Berbekal Deepfake mengganti wajah pemeran film dewasa dengan wajah selebriti yang dikenal masyarakat dunia.

"Tinggal tunggu waktu trennya berubah dimana objeknya menyerang orang-orang awam," jelasnya.

Melansir dari The Guardian, Deepfake adalah sebutan populer untuk penerapan teknologi yang memetakan wajah seseorang ke cuplikan orang lain.

Deepfake sendiri termasuk salah satu bentuk kecerdasan buatan yang memiliki algoritma deep learning atau pembelajaran mendalam. Metode untuk membuat Deepfake yang umum adalah penggunaan jaringan deep neural yang melibatkan auto encoder untuk teknik pertukaran wajah.

Auto encoder adalah program deep learning AI yang bertugas mempelajari klip video untuk memahami seperti apa orang itu dari berbagai sudut dan kondisi lingkungan. Dalam pembuatan Deepfake video yang diperlukan hanyalah kumpulan video atau gambar target dan video yang ingin dijadikan dasar Deepfake.

Agar Deepfake makin terlihat nyata, AI lainnya seperti Generative Adversarial Networks (GAN) ditambahkan. Hal itulah yang akhirnya terjadi pada Nagita Slavina. Wajahnya tiba-tiba nempel di video yang justru diperani oleh Miss Kay.