rumah di Playen bekas syuting KKN di Desa Penari dijual dengan harga Rp60 Juta. [Kontributor / Julianto kemarin, Ngadiyo dikabarkan sudah tak tinggal di kediamannya lagi.</p><p>Ngadiyo yang hanya tinggal berdua bersama sang istri dikabarkan tidak tinggal di rumah itu lagi sejak suting rampung pada November 2019 lalu.</p><p>Pasangan suami istri itu pun sulit dihubungi untuk diwawancara hingga keterangan yang didapatkan dari Ketua RT 002 RW 001, Pedukuhan Ngluweng, Kelurahan Ngleri, Gunung Kidul, Yogyakarta, Chasanah.</p><p>“Dan setelah selesai syuting, pindah karena di situ perasaannya takut. Sudah lama itu sekitar satu tahunan mereka pindah,” ungkapnya dikutip dari Terkini.id (Jaringan SIAPGRAK.COM, Jumat (20/5/2022).</p><p>Kata Chasanah, rumah itu juga tengah dalam proses penjualan oleh sang pemilik, namun dirinya tak mengetahui sudah laku atau belum.</p><p>Berada jauh dari pemukiman warga dan dikelilingi rerimbunan pohon bambu serta jati rumah tersebut memang agak menciutkan minat untuk menghuninya.</p><p>Meski demikian, berkat situasi sekitar rumah tersebut tim rumah produksi KKN di Desa Penari memilihnya sebagai bagian dari lokasi syuting.</p><p>Saat ini, rumah berpapan kayu yang ditinggali Nur, Widya dan Ayu selama masa KKN itu menjadi destinasi wisata baru.</p><p>Hal tersebut menjadi salah satu imbas positif dari popularitas tinggi film KKN Desa Penari, karena membantu membangkitkan kembali gairah pariwisata Gunung Kidul yang sempat lesu.</p>
                                </div>
                                
                                <div class=