ilustrasi pajak. ©Istimewa
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan fakta mengejutkan terkait Direktorat Jenderal Pajak yang jarang diketahui banyak orang. Dia menyatakan, saat ini, masih banyak kantor-kantor pajak di daerah yang menyewa di rumah toko (ruko).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan fakta mengejutkan terkait Direktorat Jenderal Pajak yang jarang diketahui banyak orang. Dia menyatakan, saat ini, masih banyak kantor-kantor pajak di daerah yang menyewa di rumah toko (ruko).

"Mungkin bapak dan ibu sekalian banyak yang tidak memahami, banyak kantor-kantor dari perpajakan kita itu masih ada yang menyewa di ruko-ruko daerah," terangnya dalam acara Seremoni Serah Terima Aset Eks BLBI di Jakarta, Kamis (25/11).

Padahal, diakuinya Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan memiliki peran vital untuk menggenjot penerimaan negara. Yakni melalui sektor perpajakan.

"Jadi, mereka tugasnya sangat penting untuk mengumpulkan keuangan negara," tekannya.

Maksimalkan Pemanfaatan Aset BLBI

Maka dari itu, Bendahara Negara ini menugaskan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara untuk gerak cepat dalam mengelola aset eks Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang telah diserahkan ke negara. Antara lain dengan menghibahkan aset eks BLBI kementerian/lembaga penting negara maupun pemerintah daerah, termasuk sejumlah instansi di Kementerian Keuangan.

"Sehingga, baik (Direktorat) Pajak, Bea Cukai, serta Perbendaharaan bisa menjadi produktif. Dan meningkatkan kinerja dari teman-teman di instansi vertikal Kementerian Keuangan," terangnya.

Selain hibah, pemanfaatan aset eks BLBI juga bisa digunakan untuk memfasilitasi berbagai kegiatan ekonomi masyarakat secara langsung. Dengan demikian, diharapkan dapat memperkuat ekonomi keluarga.

"Jadi, jangan sampai kita hanya mengambil aset. Kemudian tanahnya menjadi tanah liar, kemudian bisa diserobot lagi," tutupnya.