Tangkapan layar UAS dideportasi Singapura. [Youtube/hai guys official.</p><p>Insiden tersebut tentu saja mendapat sorotan berbagai pihak. Tak hanya KBRI dan pemerintah Singapura, Gubernur Riau Syamsuar ikut menanggapi peristiwa itu.</p><figure class=
Unggahan Instagram Ustaz Abdul Somad sentil Gubernur Riau. [Instagram/ustadzabdulsomad_official.

Di sisi kiri berjudul "Tak Mau Ikut Campur Soal UAS, Gubernur Riau: Itu Masalah Pribadi, Sensitif" yang diketahui merupakan berita 22 Agustus 2019 silam

Sementara di sisi lain berita "Gubri Prihatin UAS Ditolak Singapura" adalah artikel yang ditulis baru-baru ini terkait pendeportasian UAS.

Pada berita sisi kiri, tercantum tulisan "Sesudah Jadi Gubernur", sedangkan yang kanan bertulis "Menjelang 2024".

Unggahan yang tidak diketahui maksud tujuan UAS tersebut kemudian mendapat ribuan komentar dari warganet. Tak sedikit netizen yang menghubungkan dengan politik.

"Tak usah nolong politisi ustad, tolong yg ustad bisa percaya aja sudah," kata warganet.

"Semoga 2024 Indonesia mendapatkan pemimpin yang amanah," kata yang lain.

"Butuh kalo ada maunya ajh," ujar netizen.

"Itu lah orang politik tak ada yg bisa di percaya," sahut akun lain.

Diketahui, Ustaz Abdul Somad dideportasi dari Singapura bersama keluarga saat akan berlibur ke negara tersebut pada Senin (16/5/2022).

Saat di imigrasi Singapura, UAS mengaku tak mendapat penjelasan alasan kenapa dirinya ditolak masuk ke wilayah negara itu.

Lama ditunggu, akhirnya pemerintah Singapura melalui Kementerian Dalam Negerinya buka suara terkait penolakan UAS di negaranya.

Kemendagri Singapura menyebut, Ustaz Abdul Somad tiba di Terminal Feri Tanah Merah dari Batam. Ia tiba pada Senin (16/5/2022) lalu bersama enam orang lainnya.

Menurut Singapura, UAS dianggap sebagai sosok yang kerap menyampaikan ceramah ekstrem terkait agama.

“Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura,” tulis Kementerian Dalam Negeri Singapura secara resmi yang diunggah laman resmi pada Selasa (17/5/2022).

Singapura juga menjelaskan adanya pernyataan UAS dianggap mengarah pada ekstremis.

Salah satunya saat UAS menyebut, bom bunuh diri dalam konteks konflik Palestina dan Israel adalah diperbolehkan.

“Ia juga membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas agama lain, seperti Kristen, dengan menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal "jin (roh/setan) kafir". Selain itu, Somad secara terbuka menyebut non-Muslim sebagai kafir,” katanya.