SIAPGRAK.COM/Deti Mega Purnamasari
Yenny Wahid saat menyambangi Kantor Kemenko Polhukam, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2020).

JAKARTA, SIAPGRAK.COM - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar berseteru dengan putri kedua Gus Dur, Zaanuba Arifah Chafsoh atau Yenny Wahid.

Cak Imin, begitu sapaan Muhaimin, meradang karena pernyataan Yenny. Dia bahkan menyinggung partai yang pernah dibentuk Yenny gagal melaju ke Pemilu 2014.

Lantas, partai apa yang disinggung Cak Imin?

Semua ini bermula pada April 2008 silam, ketika Yenny dipecat oleh Cak Imin dari kursi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKB. Kala itu, Imin menjabat sebagai ketua umum partai.

Kubu Cak Imin mengeklaim, pemecatan itu didasari atas laporan tim investigasi DPP PKB yang menyebutkan bahwa Yenny terbukti melakukan tindakan indisipliner serta perbuatan yang mengancam keutuhan partai.

Atas pemecatan itu, Yenny Wahid mengaku cuek. Namun, empat tahun pascakonflik, putri kedua Gus Dur tersebut membentuk partai baru bernama Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB).

Partai itu merupakan peleburan dari Partai Perhimpunan Indonesia Baru yang dipimpin Kartini Sjahrir, istri mendiang ekonom Sjahrir yang juga adik dari Luhut Binsar Pandjaitan.

PKBIB dideklarasikan pada 12 Juli 2012. Yenny pun ditetapkan sebagai ketua umum.

Namun, jelang Pemilu 2014, partai tersebut tak lolos verifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). PKBIB pun gagal menjadi peserta pemilu.

Atas kegagalan tersebut, Yenny sempat melarang para kader partainya berpindah ke PKB.

"Kami sudah buat garis, rambu-rambu, yang penting tidak ke PKB dan PKS (Partai Keadilan Sejahtera)," kata Yenny di Jakarta, 16 April 2013 silam.

Yenny tak masalah jika kader PKBIB berpindah haluan. Namun, ia hanya mengizinkan kader partainya beralih ke parpol-parpol di luar PKB dan PKS.

Meski dilarang Yenny, PKB mengeklaim bahwa puluhan kader PKBIB tetap migrasi ke partai pimpinan Muhaimin itu.

"Jadi, larangan Yenny tak akan berpengaruh," kata anggota Lembaga Pemenangan Pemilu PKB Irwan Suhanto, di Jakarta, 17 April 2013.

Yenny sendiri sempat mendapat tawaran dari Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat untuk bergabung ke partai bintang mercy tersebut. Namun, dia menolaknya.

Kala itu, Yenny mengatakan akan terus mengupayakan agar partainya lolos sebagai peserta Pemilu 2019.

"PKBIB akan terus kita upayakan menjadi peserta Pemilu 2019. Kita akan terus melakukan konsolidasi supaya PKBIB bisa terus berkiprah dalam proses politik Indonesia," kata Yenny di Kantor PKBIB di Jakarta, 16 April 2013.

Tahun berganti, PKBIB tak ada suaranya lagi. Pada akhirnya, partai tersebut tak terdengar kiprahnya di Pemilu 2019 hingga kini.

Duduk perkara

Keributan antara Muhaimin dan Yenny Wahid bermula dari pernyataan Yenny yang menyebut bahwa dirinya tidak lagi menjadi bagian dari PKB yang kini dipimpin oleh Muhaimin. Yenny mengatakan, dia bagian dari PKB Gus Dur.

"Saya PKB Gus Dur, bukan PKB Cak Imin," kata Yenny usai menghadiri acara di Kampus IPDN, Jatinangor, Jawa Barat, Rabu (22/6/2022), seperti dikutip dari Kompas TV, Kamis (23/6/2022).

Yenny juga menyinggung minimnya elektabilitas Muhaimin. Dia bilang, politisi yang elektabilitasnya rendah hendaknya tak memaksakan diri untuk maju di Pemilu Presiden 2024.

"Kita mengimbau politisi yang surveinya nggak terlalu ngangkat nggak usah terlalu ngotot (maju Pilpres)," ujarnya.

Selain itu, Yenny juga menyinggung ketegangan hubungan Muhaimin dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf. Dia mengatakan, pimpinan PKB seharusnya tak berseberangan dengan PBNU.

"Saya rasa yang paling utama, Ketua Umum PKB itu tidak boleh kemudian mengambil posisi berseberangan dengan NU, kasihan umat di bawah," katanya.

Sentilan Yenny membuat Muhaimin meradang. Melalui akun Twitter pribadinya, @cakimiNOW, Imin menyebut bahwa Yenny bukan bagian dari PKB.

"Yenny itu bukan PKB," kata Muhaimin, Rabu (23/6/2022). Kompas.com telah diizinkan mengutip kicauan tersebut oleh Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid.

Di situlah, Imin menyinggung partai yang pernah dibentuk Yenny yang tak lolos menjadi peserta pemilu.

Keponakan Gus Dur tersebut juga bilang, Yenny beberapa kali menyerang PKB, tapi ternyata tak berdampak apa-apa.

"Bikin partai sendiri aja gagal lolos. Beberapa kali pemilu nyerang PKB nggak ngaruh, PKB malah naik terus suaranya," ucap Muhaimin.

"Jadi ngapain ikut-ikut ngatur PKB, hidupin aja partaimu yang gagal itu. PKB sudah aman nyaman kok," lanjutnya.

Penulis : Fitria Chusna Farisa Editor : Fitria Chusna Farisa