SIAPGRAK.COM - Belum lama ini, Indonesia dibuat geger dengan video yang dibuat seorang wanita diduga Siskaeee di Bandara YIA.

Bagaimana tidak gempar? Konten video tersebut berisi adegan berbau pornografi yang membuat resah masyarakat. Sontak, rekaman yang sudah telanjur tersebar pun jadi konsumsi warganet dunia maya.

Seperti diketahui, pada masa sekarang apa pun yang beredar di media sosial sangat cepat menjadi gunjingan publik hanya dengan sekali share.

Sontak saja video yang menunjukkan pelaku yang memamerkan payudara tersebut jadi viral dan pada akhirnya tercium pihak kepolisian. Mereka kemudian mengusut kasus ini lantaran telah meresahkan orang banyak.

Terlebih lagi, pelaku juga bisa dijerat undang-undang terkait pornografi dan Informasi Transaksi Elektronik (ITE) atas aksinya tersebut.

Setelah melakukan penelusuran, seorang wanita yang diduga Siskaeee pun diamankan saat turun di Stasiun Bandung, Sabtu (04/12/21) lalu.

Usai menjalani pemeriksaan di kantor polisi setempat, ia kemudian dibawa ke Polda DIY dan tiba pada Minggu (05/12/21). Berdasarkan serangkaian pengusutan, wanita ini pun ditetapkan sebagai tersangka.

Sampai saat ini, warganet masih menanti akan seperti apa perkembangan kasus Siskaeee ini. Terlebih, pelaku terseret kasus hukum lewat cara ‘instan’ dengan viral di media sosial, yang tentunya punya konsekuensinya sendiri.

Berikut dirangkum dari berbagai sumber, beberapa hal yang harus diketahui tentang kasus video viral wanita yang pamer payudara dan kemaluannya di Bandara YIA.

1. 4 Fakta Kasus Video Heboh di Bandara YIA

Siskaeee, sosok yang menghebohkan publik dengan videonya di Bandara YIA.

Ditetapkan sebagai Tersangka

Buntut dari aksinya, pelaku pun ditetapkan sebagai tersangka kasus pornografi setelah diperiksa oleh Subditsober Reskrimsus Polda DIY.

Berdasarkan Undang-undang (UU) Pornografi, pembuat dan penyebar video berikut ekshibisionisnya pun terancam pidana paling lama 12 tahun serta denda paling banyak Rp6 miliar.

Sementara itu, pelaku yang juga disangkakan melanggar pasal 45 ayat 1 UU ITE, terancam hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar. Selama penyidikan berlangsung, ia didampingi oleh pengacara.

Penggeledahan Kamar Kos

Ditangkap di Bandung, pelaku kemudian dibawa ke Polda DIY untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian pun sudah melakukan penggeledahan kamar kosnya untuk mencari dan mengamankan barang bukti.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Yuliyanto, mengatakan penggeledahan tersebut dilakukan setelah yang bersangkutan diperiksa pada hari Minggu (05/12/21).

"Selanjutnya kurang lebih pukul 13.00 dengan dipimpin Wadirkrimsus AKBP FX Endriadi melaksanakan penggeledahan di tempat kos pelaku," ujarnya kepada wartawan.

Jalani Tes Kejiwaan

Selain memroses tindakan pelaku sebagai kasus hukum, pihak yang berwajib juga mengambil pendekatan secara psikologis, salah satunya menggelar tes kejiwaan.

Tujuannya adalah mendapat keterangan dari ahli apakah pelaku memiliki gangguan perlaku sehari-hari atau tidak.

Bikin Banyak Video

Saat awal-awal pemeriksaan, pelaku mengaku tidak hanya membuat video porno di Bandara YIA, melainkan juga sejumlah tempat lainnya.

Di Bandara YIA sendiri, rekaman tersebut diambil di tempat sepi, tidak banyak dilalui orang, dan tidak dijaga oleh petugas.

Demikianlah beberapa hal tentang kasus video pamer area intim di Bandara YIA yang belakangan ramai dibicarakan publik.