Mantan member DIA, Somyi, saat ini diketahui aktif di PandaTV sebagai BJ atau streamer yang mengusung konten dewasa. Sama seperti streamer dewasa 19+ lainnya, Somyi muncul di kamera dengan pakaian yang terbuka. Sebelumnya pada awal bulan ini, 9 Januari, agensinya PocketDol Studio (anak perusahaan MBK Entertainment) mengumumkan kepergiannya dari agensi dan grup karena “alasan kesehatan”.

Diskusi tentang debut Somyi sebagai streamer dewasa memanas setelah salah satu mantan fansnya mengungkapkan kekecewaannya terhadap Somyi. Fans tersebut mengungkapkan bahwa dia telah mengikuti Somyi selama 7 tahun dan bahwa dia telah mengumpulkan semua photocard-nya. Fans tersebut menulis di Twitter-nya sebagai berikut:

“Aku telah melakukan cek fakta. Aku khawatir dia (Somyi) terluka ketika orang-orang akan mengatakan dia jelek di V Live sekarang dia tersenyum dan menertawakan oppa dengan pakaian terbuka… Dia akan melakukan tarian ‘Zero Two’ jika kalian memberinya hanya 30.000 KRW, lalu mengapa aku pergi ke showcase dan acara fansign-nya? F*** Aku merasa seperti membuang-buang waktu dan uang, itu membuatku gila. Aku membeli photocard-nya seharga 20.000 KRW dan berpikir aku membawa photocard BJ PandaTV selama masa-masa SMA-ku yang polos…

Unnie, bisakah kamu mendapatkan sertifikat dalam aplikasi komputer atau mempersiapkan ujian PNS? Aku sangat malu. Silakan daftar ke perguruan tinggi bahkan jika itu harus memakan waktu 4 atau 5 tahun. Aku sangat malu aku adalah fans berat seseorang yang melakukan BJ untuk konten dewasa.”

Banyak Kpopers lain yang bersimpati dengan fans tersebut dan meninggalkan komentar, “Aku bisa merasakannya”, “Sayang sekali Somyi akhirnya menjadi streamer dewasa”, “Pasti membuatnya frustasi karena menghabiskan semua uang itu dan waktu untuk BJ”, dan banyak lagi.

Namun, ada juga yang menganggap itu pilihannya dan menjadi streamer dewasa bukanlah sebuah kejahatan. Beberapa komentar dari mereka berbunyi, “Kuberitahu, menjadikannya BJ dewasa lebih baik daripada Oppa-ku yang melakukan kejahatan”, “Jika orang lain bisa melakukannya, mengapa dia tidak?” “Bagaimanapun, ini hidupnya”, dan banyak lagi.

Apa pendapatmu tentang hal ini?

Sumber:(1) (2)