Ilustrasi Anak Belajar Mengaji/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Poetra Dimatra
Ilustrasi Anak Belajar Mengaji/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Poetra Dimatra

Surat Al Mulk menjadi salah satu surat di Al-Qur'an yang bisa diajarkan ke anak. Keutamaan surat Al Mulk menjadi bagian penting untuk menjelaskan arti dan penafsiran di setiap ayatnya, Bunda.

Surat Al Mulk adalah surat ke-67 dalam kitab suci Al-Qur'an. Surat ini terdiri dari 30 ayat.

Dilansir laman Al-Qur'an Kementerian Agama, arti Al Mulk adalah kerajaan. Surat ini juga sering disebut dengan At Tabaarak yang berarti Maha Suci.

Seperti kita tahu, Al-Qur'an bersumber dari Allah SWT. Kata M. Quraish Shihab dalam buku Kaidah Tafsir, Al-Qur'an tidak berfungsi sebagai mukjizat, tetapi ia adalah ayat dan tanda kebenaran Nabi Muhammad SAW.

"Di sini, kaum muslim hendaknya tidak menitikberatkan pandangan mereka kepada kemukjizatan Al-Qur'an, tetapi perhatian hendaknya lebih banyak tertuju kepada hidayahnya," kata Quraish Shihab.

Bunda perlu memahami pesan-pesan di Al-Qur'an sebelum mengajarkan keutamaan surat Al Mulk ke Si Kecil ya. Quraish Shihab mengatakan bahwa ada tiga cara populer dalam penafsiran atau pemahaman Al-Qur'an, yakni merujuk kepada riwayat, menggunakan nalar, dan mengandalkan kesan yang diperoleh dari teks.

Keutamaan membaca surat Al Mulk

Surat Al Mulk dapat dibaca anak sebelum tidur setiap malam. Keutamaan surat di Al-Qur'an ini bisa diperoleh dari penafsiran di setiap ayatnya.

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas'ud berkata, barang siapa membaca 'Tabaarakalladzii biyadihil mulku' dalam surat Al Mulk setiap malam, Allah SWT akan melindunginya dari siksa kubur.

Dikutip dari detikcom, dalam hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda mengenai keutamaan surat Al Mulk. Surat ini dapat memberikan syafa'at yang bisa mengampuni dosa pembacanya.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عَبَّاسٍ الْجُشَمِىِّ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ إِنَّ سُورَةً مِنَ الْقُرْآنِ ثَلاَثُونَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ وَهِىَ سُورَةُ تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar, telah menceritakan pada kami Muhammad bin Ja'far, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Qotadah, dari 'Abbas Al Jusyamiy, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, 'Ada suatu surat dari al qur'an yang terdiri dari tiga puluh ayat dan dapat memberi syafa'at bagi yang membacanya, sampai dia diampuni, yaitu Tabaarakalladzii biyadihil mulku (surat Al Mulk)'."

Mengutip berbagai sumber, berikut sembilan keutamaan surat Al Mulk yang bisa diajarkan ke anak:

  • Surat Al Mulk memperkenalkan ajaran agama Islam secara singkat bagi orang yang sedang kesusahan.
  • Membaca surat Al Mulk dapat menyelamatkan seorang muslim dari keburukan bila bertindak sesuai dengan arti yang terkandung di surat ini. Ia pun harus percaya pada isi di setiap ayat.
  • Membaca surat Al Mulk sebelum tidur di malam hari bisa menyelamatkan diri dari siksa kubur. Menurut hadis Nabi Muhammad (SAW), siapa pun yang membaca satu huruf dari Al-Qur'an akan menerima kebaikan, dan itu akan dikalikan sepuluh.
  • Siapa pun yang percaya pada surat ini dan membacanya secara teratur akan menjadi syafa'at baginya di akhirat, terutama bila tujuan kita untuk mencari keridhaan Allah, mempelajari isi yang terkandung di dalamnya, dan bertindak sesuai dengan ayat-ayat yang terkandung di dalamnya.
  • Ayat ini menjelaskan tentang konsekuensi bagi orang kafir di akhirat. Allah SWT mengutus para nabi-Nya telah memperingatkan mereka tentang konsekuensi ini di dunia.
1216787174
Muslim family worship during ramadhan

Ilustrasi Anak Mengaji/ Foto: Getty Images/ibnjaafar

Bacaan dan terjemahan surat Al Mulk

Melansir situs web Kementerian Agama, berikut bacaan dan terjemahan surat Al Mulk yang bisa diajarkan ke anak:

1. تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

(Tabarakallazi biyadihil-mulku wa huwa 'ala kulli syai`ing qadir)

Artinya: Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

2. الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

(Allazi khalaqal-mauta wal-hayata liyabluwakum ayyukum ahsanu 'amala, wa huwal-'azizul-gafur)

Artinya: Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.

3. الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِنْ تَفَاوُتٍ ۖ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِنْ فُطُورٍ

(Allazi khalaqa sab'a samawatin ṭibaqa, ma tara fi khalqir-rahmani min tafawut, farji'il-baṣara hal tara min futur)

Artinya: Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?

4. ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ

(Summarji'il-basara karrataini yangqalib ilaikal-basaru khasi`aw wa huwa hasir)

Artinya: Kemudian ulangi pandangan(mu) sekali lagi (dan) sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih.

5. وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ

(Wa laqad zayyannas-sama'ad-dun-ya bimasabiha wa ja'alnaha rujumal lisy-syayatini wa a'tadna lahum 'azabas-sa'ir)

Artinya: Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang dan Kami jadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala.

6. وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

(Wa lillazina kafaru birabbihim 'azabu jahannam, wa bi'sal-masir)

Artinya: Dan orang-orang yang ingkar kepada Tuhannya akan mendapat azab Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

7. إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ

(Iza ulqu fiha sami'u laha syahiqaw wa hiya tafur)

Artinya: Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu membara,

8. تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ ۖ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ

(Takadu tamayyazu minal-gaiz, kullama ulqiya fiha faujun sa'alahum khazanatuha a lam ya'tikum nazir)

Artinya: hampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, "Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepadamu (di dunia)?"

9. قَالُوا بَلَىٰ قَدْ جَاءَنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ كَبِيرٍ

(Qalụ bala qad ja'ana nazirun fa kazzabna wa qulna ma nazzalallahu min syai'in in antum illa fi dalaling kabir)

Artinya: Mereka menjawab, "Benar, sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(nya) dan kami katakan, 'Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun, kamu sebenarnya di dalam kesesatan yang besar.'"

10. وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ

(Wa qalu lau kunna nasma'u au na'qilu ma kunna fi as-habis-sa'ir)

Artinya: Dan mereka berkata, "Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala."

11. فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لِأَصْحَابِ السَّعِيرِ

(Fa'tarafu bizambihim, fa suḥqal li'as-habis-sa'ir)

Artinya: Maka mereka mengakui dosanya. Tetapi jauhlah (dari rahmat Allah) bagi penghuni neraka yang menyala-nyala itu.

12. إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ

(Innallazina yakhsyauna rabbahum bil-gaibi lahum magfiratuw wa ajrung kabir)

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak terlihat oleh mereka, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.

13. وَأَسِرُّوا قَوْلَكُمْ أَوِ اجْهَرُوا بِهِ ۖ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

(Wa asirru qaulakum awij-harụ bih, innahụ 'alimum bizatis-sudur)

Artinya: Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

14. أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

(Ala ya'lamu man khalaq, wa huwal-latiful-khabir)

Artinya: Apakah (pantas) Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dan Dia Mahahalus, Maha Mengetahui.

15. هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

(Huwallazi ja'ala lakumul-arda zalulan famsyu fi manakibiha wa kulu mir rizqih, wa ilaihin-nusyur)

Artinya: Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.

16. أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ

(A amintum man fis-sama'i ay yakhsifa bikumul-arda fa iza hiya tamur)

Artinya: Sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan membuat kamu ditelan bumi ketika tiba-tiba ia terguncang?

17. أَمْ أَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا ۖ فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ

(Am amintum man fis-sama'i ay yursila 'alaikum hasiba, fa sata'lamụna kaifa nazir)

Artinya: Atau sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan mengirimkan badai yang berbatu kepadamu? Namun kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku.

18. وَلَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ

(Wa laqad kazzaballazina ming qablihim fa kaifa kana nakir)

Artinya: Dan sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka betapa hebatnya kemurkaan-Ku!

19. أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَافَّاتٍ وَيَقْبِضْنَ ۚ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا الرَّحْمَٰنُ ۚ إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ بَصِيرٌ

(A wa lam yarau ilat-tairi fauqahum saffatiw wa yaqbidn, ma yumsikuhunna illar-rahman, innahu bikulli syai'im basir)

Artinya: Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sungguh, Dia Maha Melihat segala sesuatu.

20. أَمَّنْ هَٰذَا الَّذِي هُوَ جُنْدٌ لَكُمْ يَنْصُرُكُمْ مِنْ دُونِ الرَّحْمَٰنِ ۚ إِنِ الْكَافِرُونَ إِلَّا فِي غُرُورٍ

(Am man hazallazi huwa jundul lakum yanṣurukum min dunir-rahman, inil-kafirụna illa fi gurur)

Artinya: Atau siapakah yang akan menjadi bala tentara bagimu yang dapat membelamu selain (Allah) Yang Maha Pengasih? Orang-orang kafir itu hanyalah dalam (keadaan) tertipu.

21. أَمَّنْ هَٰذَا الَّذِي يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُ ۚ بَلْ لَجُّوا فِي عُتُوٍّ وَنُفُورٍ

(Am man hazallazi yarzuqukum in amsaka rizqah, bal lajju fi 'utuwwiw wa nufur)

Artinya: Atau siapakah yang dapat memberimu rezeki jika Dia menahan rezeki-Nya? Bahkan mereka terus-menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri (dari kebenaran).

22. أَفَمَنْ يَمْشِي مُكِبًّا عَلَىٰ وَجْهِهِ أَهْدَىٰ أَمَّنْ يَمْشِي سَوِيًّا عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

(A fa may yamsyi mukibban 'ala waj-hihi ahda am may yamsyi sawiyyan 'ala siratim mustaqim)

Artinya: Apakah orang yang merangkak dengan wajah tertelungkup yang lebih terpimpin (dalam kebenaran) ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?

23. قُلْ هُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۖ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

(Qul huwallazi ansya'akum wa ja'ala lakumus-sam'a wal-absara wal-af'idah, qalilam ma tasykurun)

Artinya: Katakanlah, "Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati nurani bagi kamu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur."

24. قُلْ هُوَ الَّذِي ذَرَأَكُمْ فِي الْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

(Qul huwallazi zara'akum fil-ardi wa ilaihi tuhsyarun)

Artinya: Katakanlah, "Dialah yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan."

25. وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

(Wa yaquluna mata hazal-wa'du ing kuntum sadiqin)

Artinya: Dan mereka berkata, "Kapan (datangnya) ancaman itu jika kamu orang yang benar?"

26. قُلْ إِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ

(Qul innamal-'ilmu 'indallahi wa innama ana nazirum mubin)

Artinya: Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya ilmu (tentang hari Kiamat itu) hanya ada pada Allah. Dan aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan."

27. فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةً سِيئَتْ وُجُوهُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَقِيلَ هَٰذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَدَّعُونَ

(Falaammaa ra-awhu zulfatan siii'at wujuuhul laziina kafaruu wa qiila haazal lazii kuntum bihii tadda'uun)

Artinya: Maka ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat) sudah dekat, wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan (kepada mereka), "Inilah (azab) yang dahulunya kamu minta.

28. قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَهْلَكَنِيَ اللَّهُ وَمَنْ مَعِيَ أَوْ رَحِمَنَا فَمَنْ يُجِيرُ الْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

(Qul ara'aitum in ahlakaniyallahu wa mam ma'iya au rahimana fa may yujirul-kafirina min 'azabin alim)

Artinya: Katakanlah (Muhammad), "Tahukah kamu jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersamaku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk surga), lalu siapa yang dapat melindungi orang-orang kafir dari azab yang pedih?"

29. قُلْ هُوَ الرَّحْمَٰنُ آمَنَّا بِهِ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا ۖ فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

(Qul huwar-rahmanu amanna bihi wa 'alaihi tawakkalna, fa sata'lamuna man huwa fi dalalim mubin)

Artinya: Katakanlah, "Dialah Yang Maha Pengasih, kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya kami bertawakal. Maka kelak kamu akan tahu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata."

30. قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَاؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَأْتِيكُمْ بِمَاءٍ مَعِينٍ

(Qul ara'aitum in asbaḥa ma'ukum gauran fa may ya'tikum bima'im ma'in)

Artinya: Katakanlah (Muhammad), "Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir?"

Simak juga panduan keluarga nabi untuk mengajarkan anak puasa, dalam video berikut: