Ilustrasi daging merah. SIAPGRAK.COM.com
Masih menjadi perdebatan di kalangan masyarakat, apakah daging kurban perlu dicuci atau tidak. Kalangan ahli gizi dan kesehatan juga terbelah.

SIAPGRAK.COM, Jakarta - Masih dalam hari Tasyrik Idul Adha 1442 Hijriah, umat Muslim masih melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Sebagian umat ada menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban di daerah-daerah pelosok.

Selalu menjadi pertanyaan di kalangan awam adalah, bagaimana cara menyimpan daging kurban yang benar? Bagaimana cara menyimpan daging kurban di frezeer yang benar dan tepat?

Sebagian ada yang bilang agar daging kurban dicuci air terlebih dahulu. Karena bagaimanapun, dari saat penyembelihan hingga pembagian, daging kurban telah melalui berbagai proses yang mempengaruhi kebersihannya.

Tapi tak sedikit yang berpendapat bahwa daging kurban jangan dicuci, karena air bisa mempercepat pembusukan daging dan bisa dengan mudah mendatangkan kuman. Karena air adalah medium yang bisa menampung atau membawa kuman.

Lalu mana yang benar? di kalangan ahli gizi atau kesehatan rupanya terbelah juga dalam dua kubu, ada yang menyarankan mencuci air terlebuh dahulu, tapi ada juga yang tidak. Penting menyimpan daging dengan cara yang tepat agar daging tetap terjaga kualitasnya.

Ahli gizi Rumah Sakit Aakademik Universitas Gadjah Mada atau RSA UGM, Pratiwi Dinia Sari, menyebutkan daging kurban lebih baik dicuci terlebih dahulu.

Mungkin sebagian orang menghindarkan untuk mencuci daging sebelum disimpan karena dinilai bisa cepat merusak kualitas daging dan juga mengubah ciat rasanya.

Namun menurut Ahli Gizi UGM ini, daging kurban perlu dicuci terlebih dahulu, agar daging terbebas dari kuman. Ini dikarenakan daging telah melalui beberapa tahap, mulai dari proses penyembelihan, pengulitan dan pemotongan daging menjadi bagian yang lebih kecil yang memungkinkan kuman menempel di permukaan daging.

"Sehingga disarankan daging tetap dicuci dan segera dimasak atau disimpan dalam frezeer dengan suhu dibawah 0°C,” kata Pratiwi seperti dikutip Tempo dari laman Rumah Sakit Akademik UGM, Kamis 22 Juli 2021.

Meletakkan daging yang telah dicuci di udara terbuka atau tidak langsung dimasak atau disimpan beku akan menyebabkan bertambahnya kuman karena air merupakan media perkembangbiakan yang baik bagi kuman.

Adapun langkah langkah menyimpan daging yang baik yaitu:

Berikut ini tips menyimpan daging yang baik:

  • Pisahkan daging sapi dan daging kambing untuk menghindari kontaminasi silang dan juga menghindari bau khas kambing yang akan tercampur.
  • Pisahkan juga daging dan jeroan seperti hati, usus, ginjal dan babat. Jeroan hati perlu kita pisahkan karena hati cenderung basah dan dapat menyebabkan daging cepat membusuk.
  • Simpan daging per porsi masak, untuk memudahkan saat prosesthawing atau mencairkan daging beku. Cara ini dilakukan agar mengindari proses thawing berulang kali. Daging yang keluar masuk kulkas untuk thawing dan dibekukan berulang-ulang akan kehilangan komponen-komponen penting dalam daging yang larut berkali-kali bersama air yang keluar sehingga mengakibatkan kandungan nutrisi daging akan jauh berkurang.
  • Simpanlah daging dalam plastik bening tebal atau wadah makanan yang dapat menutup rapat.
  • Daging yang disimpan di freezer dengan suhu kurang dari negatif 10 derajat selsius dapat bertahan lebih dari 1 bulan, sedangkan apabila daging disimpan dalam chiller yang bersuhu antara negatif 5 – 0 derajat selsius hanya dapat bertahan maksimal 3 hari.

Pendapat berbeda disampaikan Ahli Gizi Unair, Septa Indra Puspikawati yang menyarankan menghindari mencuci daging mentah yang hendak disimpan menggunakan air kran. Sebab, hal itu dikhawatirkan dapat mengakibatkan daging terkontaminasi bakteri dari air kran. Akibatnya, daging menjadi lebih mudah busuk.

”Langkah yang dapat dilakukan adalah membuang bagian daging yang kotor tanpa mencucinya dengan air dan cuci daging ketika hendak dimasak saja," katanya seperti dikutip Tempo dari laman Unair, Kamis 22 Juli 2021.

Daging kurban dapat bertahan dengan aman selama tiga hari jika disimpan di kulkas sejuk dengan suhu 1,1 derajat Celcius. Namun, jika menyimpan daging lebih lama bisa dengan dibekukan di freezer.

Ketika ingin mengolah daging menjadi sebuah makanan, di mana daging tersebut sebelumnya telah dibekukan di freezer, lakukanlah cara yang tepat untuk mencairkan daging beku tersebut.

Carathawing yang tepat akan berpengaruh pada kualitas daging yang dimasak. Perlu diketahui, thawing yang dilakukan di ruangan terbuka akan berisiko meningkatkan perkembangbiakan kuman dan apabila direndam dalam air menyebabkan larutnya kandungan zat-zat penting dalam daging.

Maka dari itu, cara thawing yang disarankan adalah dengan menyiram daging yang masih terbungkus dalam plastik dengan air kran atau menyimpannya dalam chiller lemari es 6-10 jam sebelum diolah agar tidak beku lagi.

Selain itu jangan mencairkan daging dengan air panas. Sebab, itu dapat merusak kandungan gizi dari daging. Jika daging dirasa sudah tidak beku lagi, kemudian daging dapat cuci, lalu tiriskan, kemudian daging siap untuk diolah.

Ketika memasaknya, masaklah daging dengan suhu yang tepat. Daging yang diperoleh bila dimasak dengan cara digiling, masak dengan suhu minimal 71,1 derajat selsius. Namun, jika utuh, masak daging dengan suhu minimal 62,8 derajat selsius.

Suhu pemasakan daging giling lebih tinggi daripada daging utuh. Sebab, kemungkinan bakteri pada daging giling tercampur pada seluruh bagian, tapi daging utuh hanya dipermukaan. Daging utuh, jika sudah matang, jangan langsung dimakan. Namun, daging utuh harus didiamkan kurang lebih tiga menit untuk membunuh bakteri.

Ketika mengonsumsi daging kurban, penting untuk menjaga pola makan sesuai pedoman gizi seimbang saat merayakan idul Adha. Hindari berlebihan dalam mengkonsumsi daging sapi atau kambing, disarankan 200 – 250 gram daging sapi atau kambing per hari sudah mencukupi kebutuhan protein sehari hari. Imbangi dengan konsumsi lima porsi buah dan sayur untuk memenuhi kebutuhan serat tubuh.

WILDA HASANAH