Lawan Tak Istimewa, Tim Bulu Tangkis Indonesia Juara Piala Thomas 2020?

TIM Bulu Tangkis Indonesia ditempatkan di unggulan pertama jelang drawing babak perempatfinal Piala Thomas 2020 yang dilangsungkan pada Kamis, (14/10/2021) pukul 18.00 WIB. Sekarang yang jadi pertanyaan, status unggulan pertama dan lawan yang tak terlalu istimewa membuat Tim Bulu Tangkis Indonesia dijagokan keluar sebagai juara Piala Thomas 2020?

Dalam undian nanti, Indonesia ditempatkan di Top Half atau bagan bagian atas. Di perempatfinal, Indonesia akan bersua salah satu dari runner-up Grup B, C atau D.

Anthony Ginting
Anthony Ginting

(Kepercayaan diri Anthony Ginting meningkat setelah menang atas Chou Tien Chen)

Sejauh ini baru Korea Selatan yang diketahui sebagai runner-up Grrup B. Namun, untuk Grup C dan D, diprediksi posisi runner-up akan ditempati India dan Malaysia.

Di atas kertas atau secara peringkat, Indonesia diprediksi dapat mengatasi lawan-lawan di atas. Baru di babak semifinal, Tim Thomas Indonesia akan mendapat perlawanan yang lebih keras.

Tim-tim seperti China, Jepang dan Denmark diprediksi melaju ke semifinal Piala Thomas 2020. Hanya saja, melihat komposisi skuad mereka, Tim Bulu Tangkis Indonesia seharusnya dapat bersaing.

Shi Yuqi
Shi Yuqi

(Shi Yuqi, andalan China di nomor tunggal putra)

Kita mulai dari China. Komposisi pemain China bisa dibilang yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir keikutsertaan mereka di Piala Thomas. Shi Yuqi yang kini menempati tunggal pertama China, hanya menempati peringkat 10 dunia.

Kemudian, tunggal keduanya Lu Guangzu menduduki peringkat 27 dunia, Li Shifeng (65), Weng Hongyang (147) dan Gu Junfeng (511). Bagaimana dengan sektor ganda putra? Ganda putra terbaik China yakni He Jiting/Tan Qiang hanya menempati peringkat 20 dunia!

Hal itu kontras dengan Indonesia. Ganda putra ketiga Indonesia saja, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menempati peringkat tujuh dunia. Bagaimana dengan Jepang? Bisa dibilang, kekuatan Jepang hanya di tunggal pertama mereka, Kento Momota, yang menempati peringkat satu dunia.

Kento Momota
Kento Momota

(Kento Momota, tunggal peringkat satu dunia)

Kemudian, tunggal kedua Jepang, Kanta Tsuneyama (13) dan Kenta Nishimoto (16) tidak terlalu istimewa. Begitu juga di nomor ganda putra. Pensiunnya Takeshi Kamura, Keigo Sonoda dan Hiroyuki Endo, membuat ganda putra terbaik Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi hanya menempati posisi 16 dunia.

Bisa dibilang, tuan rumah Denmark merupakan ancaman terbesar bagi Indonesia. Sebab, Denmark sangat kuat di nomor tunggal putra. Tiga tunggal putra mereka menduduki peringkat 12 dunia. Sebut saja Viktor Axelsen yang menempati peringkat dua dunia, Anders Antonsen (3) dan Rasmus Gemke (12).

Viktor Axelsen
Viktor Axelsen

(Viktor Axelsen, peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020)

Ada juga Hans-Kristian Vittinghus (20) yang berstatus tunggal keempat Denmark. Kemudian di nomor ganda putra, Denmark memiliki Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen yang menduduki peringkat 11 dunia.

Karena itu, bayangan Indonesia langsung ke final Piala Thomas 2016. Saat itu, tiga tunggal putra Indonesia kalah, dan menang di dua nomor ganda putra. Namun, Indonesia tetap kalah 2-3 dari Denmark dan gagal menjadi juara.

Akan tetapi, hasil lima tahun lalu bisa berubah tahun ini. Pemain-pemain yang saat itu tampil seperti Anthony Ginting diprediksi bakal lebih matang sehingga berpeluang mengamankan gelar ke-14 Indonesia di ajang Piala Thomas.