Lin Che Wei memakai rompi tahanan Kejagung RI (kiri) usai ditetapkan tersangka kasus korupsi terkait pemberian fasilitas izin ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya, termasuk minyak goreng, tahun 2021-2022.

SIAPGRAK.COM - Sosok Lin Che Wei tengah menjadi sorotan publik setelah ditetapkan menjadi tersangka baru oleh Kejaksaan Agung RI dalam kasus mafia minyak goreng.

Kejaksaan Agung RI menetapkan Lin Che Wei sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya.

Bahkan, Kejaksaan Agung RI menyebut Lin Che Wei memiliki peran penting dalam kasus tersebut.

Lin Che Wei diduga berkomplot dengan Dirjen Perdangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana untuk mengondisikan pemberian izin persetujuan ekspor minyak goreng ke beberapa perusahaan.

SIAPGRAK.COM

Seperti diketahui, Lin Che Wei merupakan satu di antara ekonom terkemuka di Indonesia.

Sosoknya kerap menerima penghargaan hingga sering menjadi penasihat banyak menteri di Indonesia.

Lantas, bagaimana rekam jejak lain dari sosok Lin Che Wei?

Dilibatkan Rapat Penting Kemendag

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI Febrie Adriansyah menyatakan, Lin Che Wei diduga kerap dilibatkan dalam setiap rapat penting pembahasan ekspor CPO di Kemendag RI.

Padahal, kata Febrie, Lin Che Wei tidak memiliki jabatan di Kementerian Perdagangan.

"Yang jelas status dia kita nggak tahu di Kemendag sebagai apa dia di perdagangan tapi kok dia dilibatkan dalam setiap ada dalam rapat penting CPO," kata Febrie di Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Selasa (17/5/2022) malam.

Febrie menuturkan bahwa pihaknya memiliki alat bukti yang cukup untuk membuktikan tuduhan tersebut.

Adapun bukti yang dikantongi berupa pertemuan virtual atau zoom meeting.

"Kita kan dari alat bukti banyak, kita lihat dari virtual, zoom meeting, kita lihat dari transaksi dia ini sebagai apa, kemudian dia kerja dimana, ternyata kan dari kerjanya juga sebagai konsultan terkait tersangka yang kita tahan," jelas Febrie.

Lebih lanjut, Febrie menambahkan bahwa Lin Che Wei diduga bersama-sama dengan tersangka Indrasari Wisnu Wardhana yang juga Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag RI mengkondisikan pemberian izin persetujuan ekspor di beberapa perusahaan.

"Kebetulan dia ini kan sudah ada alat bukti diketahui ternyata ada hubungan dengan tersangka Dirjen dalam pengurusan CPO itu yang melawan hukum," katanya.

Langganan Jadi Penasihat Banyak Menteri

Dikutip dari Kompas.com, Lin Che Wei diketahui sering menjadi langganan penasihat banyak menteri di pemerintahan.

Karir Lin Che Wei di pemerintahan dimulai saat ia menjadi panelis di dalam debat Calon Presiden pada tahun 2003.

Saat itu, ia menjadi panelis dari pasangan calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla.

Kemudian di tahun 2006, Lin Che Wei pernah menjabat sebagai staf khusus dari Menteri Negara BUMN, Sugiharto dan Staf Khusus dari Menko Perekonomian Aburizal Bakrie.

Lin Che Wei juga sempat menjadi Policy Advisor (anggota Tim Asistensi) dari Menko Perekonomian Sofyan Djalil pada 2014.

Setelah itu pada 2016 hingga 2019, ia sempat menjabat sebagai Policy Advisor Menteri PPN/Bappenas dan Menteri ATR/BPN.

Juga, menjadi advisor Menko Perekonomian Darmin Nasution pada periode 2014-2019.

Sebagai Policy Advisor Kemenko Perekonomian, Lin Che Wei ikut terlibat dalam formulasi kebijakan, seperti Pembentukan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) dan pembentukan Industri Biodiesel berbasis Kelapa Sawit.

Selain itu, ia juga terlibat dalam formulasi kebijakan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (2017), Studi dan Formulasi Kebijakan Pemerataan Ekonomi (2017-2019), dan Verifikasi Luas Lahan Kelapa Sawit di Provinsi Riau (bekerja sama dengan Dirjen Perkebunan dan PTPN V.

Dikenal Ekonom Terkemuka hingga Raih Penghargaan

Dikutip dari Tribunnews, Lin Che Wei lahir di Bandung, Jawa Barat pada 1 Desember 1968.

Ia merupakan penidiri sekaligus CEO Independent Research Advisory Indonesia (IRAI), sebagaimana dikutip dari situs resmi IRAI.

[Perusahaan ini ia dirikan pada 2003 silam dan bergerak dalam spesialis Riset Industri dan Riset Kebijakan.

Kliennya termasuk perusahaan multinasional, lembaga keuangan, perusahaan swasta, hingga BUMN.

Lin Che Wei juga merupakan pendiri Perusahaan Pengelola Dana Kelapa Sawit.

Ia saat ini menjabat sebagai Penasihat Kebijakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Mengutip akun LinkedIn-nya, jabatan tersebut sudah diemban Lin Che Wei sejak Juni 2014.

[Pengalamannya di sektor publik dimulai pada 2004 ketika ia diangkat menjadi Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Aburizal Bakrie, dan Menteri BUMN, Soegiharto.

Ia merupakan lulusan S2 National University of Singapore tahun 1994.

Gelar S1-nya ia raih dari Universitas Trisakti.

Analis Pasar Modal Lin Che Wei (Dokumentasi Pribadi/FB Lin Che Wei)

[Sebelum menjadi Penasihat Kebijakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Lin Che Wei pernah menjabat sebagai CEO Putra Sampoerna Foundation selama satu tahun, sejak 2007 hingga 2008.

Lin Che Wei memiliki pengalaman lebih dari 27 tahun dalam bidang Riset, Kebijakan Publik.

Ia memulai kariernya di bidang Electronic Data Processing di Bank Swasta.

Berikut ini pengalaman Lin Che Wei:

- Research Analyst dengan spesialisasi Perbankan, Industri, dan Barang Konsumsi di PT WI Carr Indonesia;

- Kepala Riset dan Direktur SG Securities yang berkedudukan di Indonesia dan Singapura;

- Direktur Riset di Deutsche Morgan Grenfell;

- Direktur Utama PT Danareksa (Persero) (BUMN);

- CEO Sampoerna Foundation (Organisasi Nirlaba);

- CEO Perusahaan Revitalisasi Kota Tua Jakarta (Organisasi Nirlaba).

Lin Che Wei juga pernah mendapatkan penghargaan Tasrif dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

Ia juga pernah menerima Best Analyst dari Asiamoney, Euromoney, dan Indonesian Best Analyst dari Majalah Prospektif.

(SIAPGRAK.COM/Maliana/Pravitri Retno W/Igman Ibrahim, Kompas.com/Rully R. Ramli)