Artikel ini merupakan pembahasan Newsletter What's Up TODAY? edisi 21 Mei 2022 berisi rangkuman berbagai topik menarik yang disajikan dalam satu artikel.

Happy weekend guys~

Minggu ini kita akan bahas satu film lokal yang meraih sukses walau tayang berbarengan dengan film MCU "Dr. Strange in the Multiverse of Madness". Pasti langsung ketebak film apa yang dimaksud, kan?

Ya, betul! What's Up TODAY? hari ini akan membahas serba-serbi film "KKN di Desa Penari" yang sudah ditunggu-tunggu berkat viralnya cerita yang pertama kali diungkap di utas Twitter pada tahun 2019 lalu. Ternyata, ada beberapa kontroversi di balik kesuksesan film garapan Manoj Punjabi ini.

Sebelum kita bahas lebih lanjut, jangan lupa subscribe Newsletter What's Up TODAY? dengan klik link ini ya! Kamu bisa dapat kumpulan berita terpopuler yang dikemas ke dalam satu artikel langsung dikirim ke inbox e-mail kamu secara gratis. Gak perlu takut kurang update alias kudet lagi deh!

Di Balik Larisnya "KKN di Desa Penari"

Source: Instagram/mdpictures_official
Source: Instagram/mdpictures_official

Film "KKN di Desa Penari" sukses menjadi film terlaris sepanjang masa dengan total 7 juta penonton hingga Kamis (19/5). Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh film "Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1" dengan total 6,8 juta penonton di tahun 2016.

Kisah film yang disutradarai oleh Awi Suryadi ini berdasarkan dari cerita karya SimpleMan yang viral di Twitter pada tahun 2019 lalu. Namun, di balik kesuksesannya, rupanya ada beberapa polemik yang menyelimuti film horor ini.

Wah, apa aja tuh?

Yang pertama, film ini seharusnya tayang di bioskop pada 19 Maret 2020. Namun, pandemi Covid-19 yang merebak di Indonesia membuat penayangan film ini dibatalkan.

Kala itu, Awi Suryadi mengabarkan penundaan penayangan film itu menjadi sebuah keputusan yang sulit.

"Melihat perkembangan situasi sejauh ini, saya rasa tidak bijak jika saya mempromosikan atau mengajak para pencinta film ke bioskop untuk menonton film saya (KKN di Desa Penari) di waktu sekarang ini," jelas Awi Suryadi pada Maret 2020.

Berbeda dengan sang sutradara, sang produser film "KKN di Desa Penari, Manoj Punjabi mengatakan penundaan ini dilakukan bukan karena pandemi Covid-19.

"Iya film KKN di Desa Penari delay, karena ada urusan teknis saja, bukan karena penyebaran virus corona," katanya saat dihubungi awak media lewat sambungan telepon saat itu.

Penantian tayangnya film ini berlangsung selama lebih dari 1 tahun. Hingga akhirnya, Manoj Punjabi mengungkap akan merilis film yang dibintangi Tissa Biani, Aghniny Haque, Adinda Thomas, dan Achmad Megantara ini di tahun 2022.

Awalnya film ini akan diputar di bioskop pada 24 Februari 2022, tetapi lonjakan kasus Covid-19 karena varian Omicron membuat film ini kembali ditunda tayang ke 30 April 2022.

Setelah berkali-kali ditunda, akhirnya film ini tayang juga ya. Lalu, kontroversi apa lagi yang menyandung film ini?

Nah, antusiasme warga Indonesia untuk menonton film ini rupanya menjadi pedang bermata dua. Salah satu kasusnya terjadi di Sukabumi.

Sekitar 1.500 orang mengantre di Bioskop Moviplex Sukabumi untuk mendapatkan tiket bioksop untuk menonton KKN di Desa Penari dan Doctor Strange pada Senin (9/5).

Membeludaknya calon penonton ini terjadi sejak pagi hingga sore hari. Mereka memenuhi jalan raya mengantre untuk mendapatkan tiket pertunjukan.

Penanggungjawab Bioskop Moviplex Sukabumi, Ilham Priadi mengatakan, terjadinya penumpukan antrean ini lantaran website untuk penjualan tiket sedang dalam masa perbaikan.

Alhasil, Lurah Selabatu, Febri Iriansyah memberikan peringatan kepada bioskop Moviplex agar dapat menanggulangi antrean pembelian tiket yang mengular hingga ke jalan raya yang membuat arus lalu lintas menjadi terhambat.

Sampai memicu kerumunan ya…

Iya. Selain itu, keaslian cerita "KKN di Desa Penari" ini juga diragukan beberapa pihak.

Salah satunya Youtuber Nessie Judge yang menduga bahwa utas Twitter yang dibuat oleh Simpleman sudah disiapkan dengan rapi hingga menjadi sebuah naskah.

Nessie juga meragukan keaslian kisah nyata film "KKN di Desa Penari" karena tidak adanya peninggalan jejak asli.

“Kalau memang asli, bisa di-track tuh ya, SMA-nya di mana, kayak Dilan, ya. Dilan, kan banyak yang nge-track ya. Kalau ini sama sekali enggak ada,” kata Nessie.

Opini pemilik konten Nerror ini rupanya memicu kritik khalayak karena dianggap meragukan keaslian kisah ini. Nessie akhirnya mengklarifikasi bahwa video pernyataannya yang viral di media sosial rupanya sudah dipotong sehingga memberi kesan dramatis.

"Itu video super santai sama Kak Boris. Di mana, dia menanyakan opini pribadi aku, apakah aku percaya sama keaslian dari cerita KKN di Desa Penari. Sama kayak kalau dia menanyakan apakah aku percaya sama Putri Duyung, atau alien. Aku menjawab dari apa yang aku tahu, dan aku pikirkan, dan aku lempar lagi, ini sebagai diskusi," jelas Nessie Judge.

Selain Nessie, Frislly Herlind sebagai anak Indigo juga ikut berpendapat soal keaslian cerita film horor ini.

Ia menduga bahwa sosok di balik akun Twitter SimpleMan memiliki kepekaan terhadap makhluk-makhluk tak kasat mata seperti dirinya. Sehingga Frislly merasa SimpleMan tak akan mengada-ada soal keaslian cerita "KKN di Desa Penari", tetapi tentu tetap ada 'bumbu-bumbu' yang ditambahkan ke dalam cerita.

"Karena untuk dibuat sebuah buku atau karya, itu pasti butuh (bumbu) dong. Kalo misalnya ceritanya cuma 10 menit atau berapa menit, nggak mungkin kalian tonton," ujar Frislly dalam vlog OPRA Entertainment yang tayang pada Kamis (19/5).

Lalu, dari Simpleman-nya sendiri apakah ada tanggapan soal ini?

Penulis utas "KKN di Desa Penari" ini akhirnya buka suara pada Selasa (17/5) dengan membalas kicauan dari akun base Twitter @AREAJULID.

"Plot Twist: thread di Twitter adalah bagian dari marketing filmnya, the script was there [naskahnya ada di sana, MD Pictures mengaku tidak tahu detail pembagian honor antara pihak agensi dengan para figuran. Hal ini dikarenakan sebelum syuting, MD Pictures telah melakukan deal dengan pihak agensi untuk koordinasi para figuran.

Selain itu, sutradara film ini juga memastikan bahwa rumor make up hantu yang tidak boleh dihapus selama 24 jam adalah hoaks.

Lebih lanjut, Awi Suryadi menjelaskan, “Proses make-up (atau merias para figuran) dimulai jam 9 atau 10 pagi dan hari itu kita syuting sampai jam 10 malam.”

Apakah kamu salah satu yang sudah menonton film "KKN di Desa Penari" di layar lebar? Bagikan pendapatmu soal filmnya di sini!

Ini Juga Perlu Dibaca

Kata Mahfud MD soal LGBT Tidak Dilarang Seperti HTI dan FPI

Source: SINDOnews
Source: SINDOnews

Menko Polhukam Mahfud MD angkat bicara menanggapi adanya pihak yang mempertanyakan sikap pemerintah terhadap keberadaan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Front Pembela Islam (FPI) dengan kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di Indonesia. Menurutnya, HT dan FPI dengan LGBT jelas berbeda.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menyampaikan bahwa LGBT tidak memiliki asas legalitasnya dalam hukum pidana. “Kalau HTI ada, melanggar undang-undang, yaitu Undang-Undang Keormasan, itu hukum administrasi negara, jadi ada sebuah organisasi seperti itu, larang,” jelasnya.

Pelanggaran asas legalitas dalam hukum administrasi negara membuat proses mekanisme penetapan keputusan sanksinya berbeda. Dia pun menuturkan pihak yang mendapatkan sanksi dalam hukum administrasi negara dapat menggugat.

"Kalau dalam hukum administrasi negara itu sanksi dijatuhkan lebih dulu, yang dijatuhi sanksi boleh menggugat. Dan sudah menggugat namun kalah di dua pengadilan, di MK kalah, di PTUN kalah. Makanya itu beda," ujar Mahfud.

Sementara itu, kelompok LGBT hanya dikatakan tidak boleh kawin di Indonesia. Mafhud juga menilai bahwa landasan pelarangan hukum LGBT menggunakan UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang UU Hukum Perkawinan kurang tepat.

"Undang-Undang itu betul memang melarang LGBT, tapi isinya itu menyatakan kalau anda menikah sesama LGBT itu tidak sah perkawinannya, itu saja. Tidak boleh punya surat nikah, tidak boleh punya hak waris, tidak punya kartu suami istri, gitu loh. Bukan lalu untuk ditangkap," pungkasnya.

21 Tahun Berlalu, Jerry Yan Kembali Jadi Tao Ming Tse

Source: Kapanlagi.com
Source: Kapanlagi.com

Buat kamu yang termasuk generasi 90-an pasti tidak asing dengan serial "Meteor Garden" yang sangat populer di tahun 2001.

Serial asal Taiwan ini mengangkat kisah cinta antara Tao Ming Tse, ketua geng F4 yang berasal dari keluarga kaya raya dengan seorang siswi bernama Dong Shancai yang berasal dari keluarga sederhana.

21 tahun kemudian, Jerry Yan yang memerankan Tao Ming Tse di serial tersebut kembali menjadi Tao Ming Tse. Cosplay ini rupanya untuk syuting acara "The Detectives Adventure 2".

Penampilan Jerry Yan sebagai Tao Ming Tse viral dan membuat banyak fans kaget. Pasalnya, wajahnya tak banyak berubah walau lebih dari dua dekade telah berlalu.

Jerry masih seganteng dan segagah dulu. Hidung mancungnya juga dulu bikin tergila-gila banyak wanita. Bahkan, ia juga dibilang seperti vampir karena wajahnya yang awet muda.

Penasaran seperti apa penampilan Jerry Yan sebagai Tao Ming Tse di usia 45 tahun? Cek foto-fotonya di sini.

Rekomendasi Tontonan Minggu Ini

Cyber Hell: Exposing an Internet Horror

Source: Netflix
Source: Netflix

Masih ingat dengan skandal "Nth Room" yang mengguncang Korea Selatan di tahun 2020?

Kejahatan siber ini membuat banyak orang naik darah lantaran pelakunya telah memanipulasi, memaksa, dan mengancam para perempuan muda untuk memberikan foto dan video dalam keadaan tak pantas. Parahnya lagi, banyak korbannya yang masih di bawah umur.

Rekaman ini kemudian disebar dalam chatroom yang mereka buat di Instagram dengan anggotanya yang mencapai puluhan ribu. Dari sanalah nama "Nth Room" didapat.

Skandal jaringan penyebaran konten asusila ini diprakarsai oleh Cho Ju Bin alias Baksa dan Moon Hyung Wook alias Godgod. Kengerian kasus ini ditampilkan dalam film dokumenter Netflix berjudul "Cyber Hell: Exposing an Internet Horror".

Film dokumenter ini mengangkat sudut pandang jurnalis Kim Wan dari Hankyoreh yang pertama kali menginvestigasi kasus ini. Kasus yang awalnya dikira penyebaran video pornografi yang lebih umum ternyata lebih rumit dan mengerikan.

Seperti apa awal mula dan akhir dari kasus ini? Simak selengkapnya di sini.

Sekian rangkuman beberapa berita menarik untuk hari ini. Tuliskan pendapatmu soal kabar hari ini lewat kolom komentar!