Pemeritah Tengah Bersiap Hadapi Puncak Omicron (FOTO: MNC Media)
Pemeritah Tengah Bersiap Hadapi Puncak Omicron (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah sedang melakukan berbagai persiapan  untuk menghadapi puncak covid-19 varian Omicron yang diprediksi terjadi di Februari 2022.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Abraham Wirotomo mengatakan, sejauh ini pemerintah telah meningkatkan kapasitas tempat karantina terpusat untuk pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

"Peningkatan kapasitas karantina terpusat untuk PPLN. Pademangan, Pasar Rumput, dan Nagrak. Sudah disiapkan juga beberapa hotel sebagai cadangan seperti Mercure, Holiday Inn jika dibutuhkan. Lalu ada 27 hotel di Jakarta untuk yang tidak terpusat," ujar Abraham kepada MNC Portal, Jumat (14/1/2022).

Sementara itu sebanyak 1.011 rumah sakit telah disiagakan dengan jumlah bed atau tempat tidur sebesar 82.168. Kemudian obat per Minggu lalu telah didistribusikan ke 34 provinsi termasuk ke 900 lebih rumah sakit. 

"Stok nasional: Oseltamivir 13 juta, Favipiravir 91 juta, Remdesivir 1,7 juta, Azythromycin 11 juta, Multivitamin 147 juta. Tambahan Paxlovid buatan Pfizer dan Monupilavir buatan Merck. Paxlovid mencegah kematian hingga 90 persen dan mencegah rawat inap hingga 70 persen," papar Abraham.

Lebih dari itu, pemerintah juga mulai menggencarkan vaksinasi booster utamanya bagi kelompok rentan sejak 12 Januari 2022 lalu. Stok oksigen di rumah sakit juga terus ditambah hingga mencapai 80 persen. "Oksigen, sudah top up persediaan hingga 80 persen ketika biasanya hanya 50-60 persen," ungkap Abraham.

Untuk memastikan kelancaran vaksinasi booster, pemerintah juga telah menyiapkan stok vaksin sebesar 21 juta pada Januari, 35 juta pada Februari, 48 juta pada Marer, 66 juta pada April, 83 juta pada Mei, dan 99 juta pada Juni. "350 jita lebih hingga semester I tahun 2022," jelas Abraham.

Untuk memastikan keamanan di daerah, pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menerbitkan instruksi kepada pemerintah daerah untuk mempeekuat protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

"TNI/Polri, BUMN, dan BKKBN terus mendukung percepatan capaian vaksin terutama daerah yang banyak tantangan geografis. Nakes, IDI dan Kemenkes telah melakukan rapat kordinasi pada setiap tenaga kesehatan di tiap daerah. Untuk siap-siap kembali, di lapangan menghadapi Omicron ini. Pemerintah benar-benar telah bekerja keras untuk berusaha menyelamatkan rakyat dari ancaman Omicron," pungkasnya. (RAMA)