Pelatih RB Leipzig Julian Nagelsmann melakukan selebrasi saat laga melawan Tottenham Hotspur, Rabu (11/3). Foto: REUTERS/Annegret Hilse

Performa Bayern Muenchen di musim ini memang patut diacungi jempol. Buktinya, tim berjuluk Die Bavarian ini sukses meraih 5 kemenangan dalam 6 laga terakhirnya di semua kompetisi. Bahkan, Bayern juga bisa dianggap klub paling subur karena berhasil merobek gawang lawan sebanyak 24 kali hanya dalam 6 laga.

Tidak hanya karena ditaburi pemain bintang, penampilan ciamik tim yang mengoleksi 6 gelar 'Si Kuping Besar' ini berkat nakhoda mereka, Julian Nagelsmann. Meskipun usianya masih menginjak 34 tahun, kecerdasan pria asal Jerman dalam mengolah taktik memang tidak bisa diragukan lagi.

DiwartakanTransfermarkt, Nagelsmann mulai dikontrak Die Roten sejak Juli 2021 lalu untuk menggantikan posisi Hansi Flick. Semenjak dipimpin Nagelsmann, tercatat Bayern memiliki statistik poin setiap pertandingan yang patut diacungi jempol dengan nilai 2,58.

Sebelum mentereng sekarang, Nagelsmann dulunya juga seorang pesepak bola yang hanya berkarier di dua klub asal Jerman saja. Tercatat, ia pernah berseragam TSV 1860 Munich dan Augsburg, sebelum memutuskan pensiun di usianya yang masih 21 tahun.

Selepas pensiun, peracik taktik yang pernah dikabarkan mengidolai John Terry ini memulai karier kepelatihannya dengan menjadi manajer di akademi Augsburg pada 2008. Setelah itu, ia berkelana dengan melatih beberapa tim junior di klub Jerman, hingga diangkat menjadi manajer utama Hoffenheim pada 2016.

Julian Nagelsmann, pelatih RB Leipzig. Foto: REUTERS/Annegret Hilse

Ketika bersama tim yang berjuluk 'Die Kraichgauer', Nagelsmann sukses mengubah semua pola permainan dan skema taktik Hoffenheim. Buktinya, Nagelsmann sukses mengantarkan Hoffenheim menjadi tim yang bertengger di papan atas sejak ia menjabat.

Tercatat, Hoffenheim berhasil bertengger di peringkat keempat pada 2015/2016. Bahkan, tim yang bermarkas di Rhein-Neckar Arena itu sukses meningkatkan performanya sehingga menduduki posisi ketiga di musim selanjutnya.

Meskipun performa ciamiknya tidak bertahan hingga musim terakhirnya di Hoffenheim, citra Nagelsmann yang patut diacungi jempol membuat raksasa baru Bundesliga pada saat itu, RB Leipzig, terpikat untuk menyewa jasanya.

Berangkat dari hal tersebut, Nagelsmann pun menyetujui tawaran itu sehingga secara resmi menjabat sebagai juru taktik RB Leipzig pada 2019. Tiga musim telah dilewati Nagelsmann dengan raihan yang cukup oke dengan membawa Leipzig menduduki papan atas klasemen walaupun belum meraih sekali pun trofi Bundesliga.

Di kisah berlabuhnya Nagelsmann ke pesaing berat Hoffenheim, pria 34 tahun itu pernah santer diberitakan untuk menjadi pelatih Arsenal pada 2018. Dilansir Daily Mail, 'The Gunners malah memilih untuk mengontrak Unai Emery untuk membangkitkan kejayaan Arsenal yang telah meredup.

Kendati demikian, taktik oke yang diimplementasikan Nagelsmann ke RB Leipzig pun membuat klub paling kuat di Bundesliga, Bayern Muenchen, menjadi kepincut. Akhirnya, Bayern pun menawari kontrak jangka panjang kepada Nagelsmann untuk menjadi suksesor Hansi Flick.

Keputusan Bayern mendatangkan Nagelsmann dari RB Leipzig ternyata berbuah manis. Di tangan pelatih yang dijuluki'Baby Mourinho', Die Bavarian hanya mengemas kekalahan sekali saja ketika dua minggu lalu Bayern bertemu Frankfurt di Bundesliga.

Di samping itu, Bayern tampil perkasa dengan menorehkan berbagai macam kemenangan yang bertajuk 'pembantaian'. Salah satu momen paling diingat oleh para penikmat 'si kulit bundar' adalah tragedi Bayern vs Bremen di DFB Pokal pada (26/8) lalu yang diakhiri dengan skor 12-0.

Penulis: Hamas Nurhan R T