Mimpi Buruk Bagi Elon Musk, Hartanya Terkuras Sampai Rp455,3 Triliun!
Tercatat Elon Musk kehilangan kekayaan US$15,7 miliar pada Rabu waktu setempat imbas turunnya

SIAPGRAK.COM, Kekayaan Elon Musk telah turun sebesar sampai US$31,4 miliar atau setara Rp459,3 triliun (kurs Rp14.600 per US$) dalam seminggu. Hal ini menjadi mimpi buruk bagi Elon Musk karena kekayaan menjadi US$224,5 miliar atau setara Rp3.268,4 triliun.

Penurunan kekayaan Elon Musk ternyata disebabkan oleh turunnya harga saham Tesla sebesar 15 persen terhitung hari ini (13/5/2022) hingga sejak Jumat minggu kemarin. Padahal sebelumnya, saham Tesla juga sempat amblas akibat akuisisi Twitter pada 12,2 persen saham Tesla pada hari Selasa (26/4/2022).

Tercatat, Elon Musk kehilangan kekayaan US$15,7 miliar pada Rabu waktu setempat imbas turunnya saham Tesla 8 persen. Amblasnya saham Tesla ini menjadikan minggu 'mimpi buruk' bagi orang terkaya di dunia.

Selain itu, kapitalisasi pasar Tesla yang turun besar-besaran ini juga menjadikan saham yang paling berjurang daripada penurunan saham-saham sektor teknologi yang turun hanya 6 persen di indeks Nasdaq.

Dikutip dari Forbes, Menurut analis saham Wedbush Ives pada Jumat (13/5/2022), masalah adanya lockdown di Shanghai, China menjadi penyebab terbesar Tesla yang membuat produksi terhambat, serta menjadikan minggu ini jadi terjal untuk perusahaan mobil listrik terbesar itu.

“ Masalah pabrik Shanghai karena kebijakan nol Covid-19 di China telah menjadi hambatan besar pada saham Tesla," kata analis Wedbush Dan Ives.

Penurunan saham teknologi juga menjadi resiko besar karena melonjak inflasi dan kenaikan suku bunga oleh The Fed pekan silam, menjadikan investor menjadi kurang selera untuk mengambil aset-aset yang bersifat spekulatif.

Ini menjadikan investor Tesla mulai berkecil hati dengan gangguan yang ditimbulkan, yang kemudian ditambah oleh Elon Musk yang tiba-tiba mengambil alih Twitter sebesar US$44 miliar.

" Masalah gangguan Elon Musk tetap berperan sebagai overhang pada saham," tambah Ives.

Dilain tempat, Elon Musk mulai menenangkan investor, hal ini disampaikan ketika ia sedang berbicara di Future of the Car Summit yang diadakan oleh FInancial Time pada Selasa (10/5/2022) lalu.

Ia mengatakan bahwa sudah melakukan percakapan santai dengan pemerintah China mengenai pelonggaran lockdown dalam waktu dekat. Namun untuk pesanan Tesla terbaru, Elon Musk mengatakan ia masih membatasi pesanan dengan jangka waktu pendek dan bersikeras bahwa dapat menjual semua mobil yang dibuat

"Mungkin kami akan membatasi (pesanan mobil) , berhenti menerima pesanan untuk apa pun di luar periode waktu tertentu," kata Elon Musk.[]