“Penjualan bebek Peking kami bahkan meningkat,” kata Zheng, kepala regional restoran Ziguangyuan. Foto: Tingshu Wang/REUTERS
Untuk memenuhi permintaan baru akan bebek yang bisa dibawa pulang, koki Zheng mulai bekerja pada pukul 6 pagi, dua jam lebih awal restoran buka. Foto: Tingshu Wang/REUTERS
Koki memanggang Bebek itu sampai berwarna cokelat keemasan mengkilap, siap untuk pelanggan bawa pulang pertama yang datang paling awal pukul 8 pagi. Foto: Tingshu Wang/REUTERS
Foto: Tingshu Wang/REUTERS
Foto: Tingshu Wang/REUTERS
Foto: Tingshu Wang/REUTERS
Foto: Tingshu Wang/REUTERS

Ketika restoran-restoran di ibu kota China mengalami kelesuan akibat larangan makan di tempat akibat COVID-19, salah satu restoran di Beijing dan pasukan kokinya mendirikan kios di trotoar untuk mempertahankan penjualan besar mereka, Bebek peking.

Larangan pelanggan makan di tempat, yang diberlakukan bulan ini, berarti restoran harus bergantung pada takeaway untuk bertahan hidup.

Bagi pelanggan Restoran Ziguangyuan, menikmati lembutnya daging bebek dan kulitnya yang renyah di meja adalah bagian dari pengalaman bersantap.

Pekerja memindahkan makanan yang dimasak ke kios yang didirikan di luar restoran di Beijing, China. Foto: Tingshu Wang/REUTERS

***