Wanda Hamidah mengaku diserang dan dikata-katai bodoh usai melancarkan komplain ke Prudential Indonesia lewat akun media sosialnya. (Detikcom/Ismail).
Wanda Hamidah mengaku diserang dan dikata-katai bodoh usai melancarkan komplain ke Prudential Indonesia lewat akun media sosialnya. (Detikcom/Ismail).

Politikus Wanda Hamidah mengaku diserang sejumlah agen asuransi usai melancarkan komplain ke Prudential Indonesia lewat akun media sosialnya. Ia menyebut dikata-katai bodoh karena tidak bisa membaca polis asuransi.

Hal ini diungkapkannya lewat Instagram @wanda_hamidah. "Kumpulin dulu deh bullying para agen, yang bilang saya sekolah tinggi-tinggi tapi bodoh nggak bisa baca polis," tulis Wanda, dikutip Rabu (13/10).

Wanda juga mengaku disebut tak bisa membedakan antara asuransi dan tabungan. Selain itu, ia juga dituding telah memfitnah agen asuransi.

Wanda juga mengaku diancam dilaporkan ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik. "Mau dijerumuskan ke penjara karena pencemaran nama baik pakai UU ITE," imbuh Wanda.

Kendati demikian, ia mengaku tidak gentar. Wanda justru menanti-nanti perkataan apa lagi yang mau disampaikan agen asuransi kepada Wanda.

"Apa lagi? Apa lagi? Masih dikit nih. Ayo-ayo bring it on," kata Wanda.

Sementara itu, Wanda mengaku hari ini akan bertemu dengan manajemen Prudential Indonesia. Wanda berharap ada solusi dari pertemuan tersebut.

"Semoga ada solusi, (saya) hanya ingin anak saya bisa segera dioperasi," terang dia.

Selain itu, Wanda juga berencana pergi ke puskesmas untuk meminta rujukan agar bisa menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan dalam mengoperasi sang anak.

Redaksi telah menghubungi VP Corporate Communications Prudential Indonesia Kamelia Mohammad untuk meminta respons perusahaan. Namun, belum ada respons hingga berita ini diturunkan.

Sebelumnya, Wanda merasa tertipu oleh Prudential Indonesia. Perasaan itu muncul terkait klaim yang ia ajukan ke layanan perusahaan asuransi yang berbasis di Inggris tersebut.

Wanda bercerita ia bersama dengan tiga orang anaknya merupakan pengguna asuransi Prudential sejak 2009 dengan pembayaran premi Rp500 ribu per bulan.

Kemudian, saat anggota keluarganya bertambah satu, ia pun menambah cover asuransi menjadi 5 orang.

Pada 2020 lalu, Wanda mengaku meningkatkan iuran preminya dan meningkatkan manfaat yang diperoleh dari kartu merah ke kartu hitam.

Premi yang dibayar pun bertambah menjadi Rp750 ribu dan Rp1 juta, berbeda-beda antara anggota keluarga.

Kemudian, ia berniat menggunakan polis asuransinya untuk operasi anaknya. Operasi tersebut diperkirakan butuh biaya sekitar Rp50 juta-Rp60 juta.

"Anda tahu berapa yang mau dicover @id_prudential? Rp10 juta saja saudara-saudara. Kalau Rp10 juta saja yang dicover nggak perlu asuransi deh. huhuhu. Gw ngerasa di-scam! Ditipu abis-abisan. Sedih dan sakit hati bercampur menjadi satu," terang Wanda.

Belajar dari pengalaman itu, ia mengaku menyesal menggunakan jasa layanan asuransi Prudential. Karenanya, ia berniat untuk menutup semua polis asuransi.

[SIAPGRAK.COM:SIAPGRAK.COM]