SIAPGRAK.COM - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 13,95 poin atau 0,20% ke level 6.998,26 pada akhir perdagangan Kamis (23/6).

Analis Jasa Utama Capital Cheryl Tanuwijaya melihat hasil RDG BI yang sesuai perkiraan dan tidak tergesa meningkatkan suku bunga menjadi katalis positif IHSG hari ini. Hanya saja, investor masih belum terlalu optimistis karena menantikan data ketenagakerjaan dan pidato The Fed subuh nanti.

Oleh sebab itu, Cheryl melihat IHSG berpeluang konsolidasi melemah dengan kisaran 6.900-7.000 pada Jumat (24/6).

"Investor menantikan komentar gubernur The Fed di hari ke 2 dan rilis data pengangguran Amerika Serikat," ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (23/6).

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan justru melihat IHSG berpotensi rebound pada esok hari. Menurutnya, MACD menunjukan penyempitan slope dan Stochastic RSI cenderung bergerak naik dari oversold area mendukung perkiraan rebound akan berlanjut.

"IHSG berpotensi melanjutkan rebound ke level psikologis 7000 hingga resistance 7050, pasca ditutup di atas MA5 6987 di Kamis (23/6)," katanya.

Walau begitu, ada sentimen negatif muncul dari penurunan S&P Global Manufacturing PMI Flash Jerman ke level 52.4 di Juni 2022 dari 54.8 di Mei 2022. Penurunan akan indeks manufaktur dikhawatirkan sebagai akibat kenaikan harga komoditas dan energi.

Sehingga kecenderungan pelaku pasar kembali mengoleksi saham-saham defensif berpotensi berlanjut pada perdagangan Jumat (24/6).

Saham-saham yang dapat diperhatikan di antaranya INDF, HRUM, TLKM, ASII, BJBR dan BBYB.

Valdy juga menilai saham-saham konstruksi seperti WIKA, ADHI, PTPP dan WSKT juga dapat diperhatikan karena alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan infrasktruktur dasar di IKN sebesar Rp 43,73 triliun dari tahun 2022-2024.

Sementara Cheryl merekomendasikan PRDA dan EXCL.