Polri melarat jumlah korban tewas bentrokan di Sorong, Papua Barat, yakni 18 orang. (AP/STR)
Polri melarat jumlah korban tewas bentrokan di Sorong, Papua Barat, yakni 18 orang. (AP/STR)

Mabes Polri meralat jumlah korban tewas dalam bentrokan antara dua kelompok masyarakat di Kota Sorong, Papua Barat hingga berujung pada pembakaran tempat karaoke.

Dalam data terbaru yang dimutakhirkan, total korban tewas akibat bentrokan tersebut sebanyak 18 orang.

"Untuk korban berubah, 17 yang terbakar di tempat hiburan malam Doble O dan 1 meninggal akibat penganiayaan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Selasa (25/1).

Sebelumnya, Polri merilis jumlah korban meninggal dunia sebanyak 18 yang terbakar di tempat hiburan malam. Kemudian, satu lainnya tewas dalam aksi bentrok imbas pembacokan.

Menurut Dedi, belasan korban yang meninggal di dalam tempat karaoke tersebut mayoritas merupakan para pekerja, seperti penyanyi, penari dan, pemandu lagu.

Bentrokan antara dua kelompok di Kota Sorong terjadi pukul 23.00 WIT hingga dini hari pukul 03.00 WIT. Kericuhan itu memicu pembakaran tempat hiburan malam di Kota Sorong.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan saat ini situasi sudah kondusif. Pihaknya pun tengah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Ia memastikan kepolisian akan menangkap aktor intelektual dan para pelaku dalam insiden kericuhan tersebut.

"Percayakan kepada pihak Polri untuk selesaikan penegakan hukum kasus ini sampai tuntas dan masyarakat bisa menahan diri untuk tidak lakukan aksi balasan," akta Ramadhan.