270320583_1001722520382274_7679629886231389636_n-1.jpg

Memahami dan meneladani Asmaul Husna sebaiknya dilakukan oleh umat Muslim. Salah satunya adalah As Syahid yang artinya Maha Menyaksikan. Asma Allah ini disebutkan dalam Al Quran dan karenanya sebaiknya dijadikan panduan kehidupan.

Apa manfaat meneladani Asmaul Husna? Ada banyak, Parents. Manusia akan dilimpahi pahala tanpa putus dan senantiasa mendekatkan kita dengan Sang Pencipta. Sebagai manusia, kita akan takut melakukan dosa dan perbuatan terlarang lainnya.

Mengenal As Syahid, Salah Satu Sifat Mulia Allah

Asmaul Husna As Syahid artinya Yang Maha Menyaksikan. Secara bahasa, As-Syahid berasal dari kata syahida-yasyhadu-syahadatan yang artinya bersumpah (dengan sesuatu) atau menjadi saksi (disisi hakim).

Adapun secara istilah, As Syahîd artinya Dzat Allah Yang Maha Menyaksikan segala peristiwa yang terjadi di alam semesta ini. Dengan begini, tidak ada sesuatu apapun itu yang tersembunyi apalagi terlewatkan dari pantauan Allah.

Kesaksian-Nya pun sempurna dan menyeluruh baik lahir maupun batin, dekat atau jauh, samar atau jelas, yang telah- sedang- atau akan terjadi, di mana pun dan kapan pun. Semuanya disaksikan oleh Allah.

Allah adalah As Syahid, yang dengan nama-Nya ini seorang hamba bersyahadat guna menyatakan keimanannya kepada Allah SWT. Ucapan seorang hamba yang mengakui keberadaan-Nya Yang Maha Esa.

Artikel terkait: Manfaat Melafalkan Asma Allah Al Warits dalam Kehidupan, Ini Maknanya

Dalil tentang Asmaul Husna As Syahid

Mengenal As Syahid, Salah Satu Sifat Mulia Allah

Kata asy-Syahîd tersusun dari akar kata yang tersusun dari huruf-huruf syin, ha’, dan dal. Makna dasarnya berkisar pada “kehadiran”, pengetahuan, informasi, dan kesaksian. As Syahid sebagai nama Allah dalam Al-Quran diulang sebanyak 20 kali. 

Persaksian Allah paling sempurna meliputi persaksian lahir dan batin, gaib dan nyata, awal dan akhir, syariat dan hakikat, dunia dan akhirat seperti firman Allah berikut ini:

  • Surat QS. Al- Mujâdilah Ayat 6

يَوۡمَ يَبۡعَثُهُمُ ٱللَّهُ جَمِيعٗا فَيُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوٓاْۚ أَحۡصَىٰهُ ٱللَّهُ وَنَسُوهُۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ شَهِيدٌ ٦

Artinya: “Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.” (QS. Al- Mujâdilah: 6)

2. Surat An-Nisa’ Ayat 166

لٰكِنِ اللّٰهُ يَشْهَدُ بِمَآ اَنْزَلَ اِلَيْكَ اَنْزَلَهٗ بِعِلْمِهٖ ۚوَالْمَلٰۤىِٕكَةُ يَشْهَدُوْنَ ۗوَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًاۗ

Artinya: “Tetapi Allah menjadi saksi atas (Al-Qur’an) yang diturunkan-Nya kepadamu (Muhammad). Dia menurunkannya dengan ilmu-Nya, dan para malaikat pun menyaksikan. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi.”

3. As Syahid Dijelaskan dalam Surat Al-Fath Ayat 28

هُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖ ۗوَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا

Artinya: “Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.”

4. Dalam Surat Al-Hajj Ayat 17 juga dijelaskan tentang Asma Allah As Syahid. Allah berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَادُوْا وَالصَّابِـِٕيْنَ وَالنَّصٰرٰى وَالْمَجُوْسَ وَالَّذِيْنَ اَشْرَكُوْٓا ۖاِنَّ اللّٰهَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang beriman, orang Yahudi, orang Sabiin, orang Nasrani, orang Majusi dan orang musyrik, Allah pasti memberi keputusan di antara mereka pada hari Kiamat. Sungguh, Allah menjadi saksi atas segala sesuatu.”

5. Surat Fussilat Ayat 53

سَنُرِيْهِمْ اٰيٰتِنَا فِى الْاٰفَاقِ وَفِيْٓ اَنْفُسِهِمْ حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُ الْحَقُّۗ اَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ اَنَّهٗ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ

Artinya: “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?”

Artikel terkait: Al Lathif Artinya Maha Lembut, Ini Keajaiban Mengamalkannya dalam Keseharian

Mengimani Asma Allah As Syahid

Mengimani Asma Allah As Syahid

Seorang hamba Muslim yang telah sepenuhnya memahami makna As Syahid akan merasakan perubahan dalam kehidupannya. Niscaya ia akan berhati-hati dan lebih menjaga setiap perbuatan.

Hal ini disebabkan Allah senantiasa menyaksikan seluruh gerak-gerik kita, baik terang-terangan maupun tersembunyi. Dengan begitu, perbuatan kita akan terjaga dari hal-hal yang sekiranya menentang keridhaan Allah Swt.

Kelak Dia akan menuntut tanggung jawab terhadap apa yang manusia lakukan di akhirat. Karena itu, melakukan sebuah pekerjaan atau amal dengan kualitas terbaik menjadi sebuah keniscayaan.

Seorang hamba yang meneladani nama asy-Syahîd, sejatinya mampu menjadi pribadi yang jujur di mana pun dan kapan pun. Ia mampu menjadi saksi yang jujur dan menegakkan persaksian karena Allah.

Lebih dari itu, ia harus mampu menjadi teladan yang baik bagi orang lain, sehingga kebaikannya dapat disaksikan dan diteladani oleh sesama. Manusia juga akan mensyukuri segala nikmat yang diperoleh dan menepati janji apapun yang keluar dari lisannya.

Artikel Terkait: Asmaul Husna As Syakur Artinya Yang Maha Pembalas Budi, Ini Dalil dan Cara Meneladaninya

Meneladani Asmaul Husna juga dapat dilakukan melalui dzikir setelah shalat. Bagi Anda yang sedang diuji dengan keadaan ataupun ujian lainnya, tidak perlu mengumpat bahkan menyumpah tak karuan. Cukup lafalkan (Yaa Syahiid) sebanyak 319 kali terus memerus setiap malam.

Mudah-mudahan Allah akan membalikkan hati sehingga keadaan tersebut menjadi lebih baik. Hal ini juga berlaku bagi anggota keluarga, pasangan, atau anak yang kerap membangkang, ambillah rambut dahinya lalu bacakan ‘Yaa Syahiid’ 1000 kali selama 2 malam. Insya Allah hati mereka menjadi baik.

Menulis asma’ As syahid di awal waktu hari Jumat di kertas sebanyak jumlah bilangan hurufnya (319) kemudian diletakkan pada hatinya (dada posisi hati) tanpa penghalang maka orang-orang akan menyaksikan kedermawanan dan wibawa dalam diri orang tersebut.

Itulah penjelasan mengenai Asmaul Husna As Syahid. Semoga memberi hikmah bagi kita semua.

****

:

Asmaul Husna Dzul Jalali Wal Ikram Artinya Allah Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan

Asmaul Husna Al Haq Artinya Yang Maha Benar, Ini Makna Mendalamnya

Meneladani Al Muiz yang Artinya Maha Memuliakan, Ini Dalilnya