Varian BA.4 dan BA.5 Tembus 143 Kasus di Indonesia, Gejala Batuk Paling Banyak

TEMUAN kasus subvarian terbaru, BA.4 dan BA.5 di Indonesia diketahui per hari ini, Kamis 23 Juni 2022 sudah menembus 143 kasus.

Catatan data dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyebutkan, kasus BA.4 di Indonesia sebanyak 21 kasus, sementara itu BA.5 lebih banyak dengan jumlah kasus yang telah teridentifikasi sebanyak 122 kasus.

Dari ratusan kasus infeksi varian BA.4 dan BA.5 yang sudah ada di Tanah Air, apa gejala terbanyak yang dilaporkan terkait infeksi varian yang merupakan turunan dari varian BA.2 tersebut?

Data Kementerian Kesehatan yang disampaikan spesialis paru RSPI Sulianti Saroso, dr. Erlina Burhan, Sp.P menemukan bahwa ada kemiripan di antara gejala BA.4 dan BA.5 dari 143 kasus yang sudah teridentifikasi. Ketiga gejala yang paling umum terjadi adalah batuk kering, nyeri tenggorokan, pilek dan flu. Berikut uraian data selengkapnya.

A) Gejala BA.4:

1. Batuk (30 persen)

2. Demam (25 persen)

3. Pilek (19 persen)

4. Nyeri tenggorokan (14 persen)

5. Sakit kepala (6 persen)

6. Mual muntah (3 persen)

7. Sesak napas (2 persen)

8. Anosmia (1 persen)