Seorang warga membeli minyak goreng yang dipajang di supermarket. (Foto: MNC Media)
Seorang warga membeli minyak goreng yang dipajang di supermarket. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Minyak goreng satu harga terus di serbu masyarakat hingga hari ini, Sabtu (22/1/2022). Terlihat dari pantauan tim MNC Portal Indonesia (MPI) di ritel modern bilangan Bekasi, setiap pembeli yang keluar dari ritel tersebut menenteng minyak goreng. 

Terpantau, beberapa pembeli yang datang ke ritel tersebut membawa keluarganya untuk bisa membeli minyak goreng dalam jumlah yang lebih dari 2 liter. 

Saat tim MPI menelusuri ke dalam ritel, terlihat juga sejumlah konsumen yang memasukkan minyak goreng lebih dari 1 psc ukuran 2 liter ke dalam troli. 

Adapula yang membawa anaknya untuk membantu membeli supaya mendapatkan minyak lebih dari yang ditentukan. 

Salah seorang pembeli, Suwarsih (61) yang ditemui tim MPI di lokasi menuturkan, dirinya mencari-cari minyak yang berukuran 5 liter. Namun, di rak penyimpanan tidak tersedia. Tadinya, dia ingin membeli lebih dari 2 liter atau 1 pcs, tapi hal itu tidak jadi dilakukan karena melihat label di rak bertuliskan "Maksimal Pembelian 2 liter". 

"Saya cari yang 5 liter nggak ada. Padahal saya mau beli itu karena lagi murah kan. Tapi ini tinggal sisa yang 2 liter. Mau beli banyak nggak bisa," kata Suwarsih. 

Dia mengaku, minyak yang tadinya hendak dibeli dalam jumlah banyak itu, akan ia jual kembali dalam bentuk ketengan di warung miliknya. 

"Mau saya jual lagi. Mumpung murah kan Rp 14.000. Di rumah saya bungkus-bungkusin pakai plastik terus saya jual ke tetangga ukuran seperempat lah kira-kira, Rp 5.000," ungkap Suwarsih. 

Beda halnya dengan pembeli lain, Frida (66). Dia justru mendukung himbauan Pemerintah dengan membeli maksimal 2 liter untuk kebutuhan rumah tangga. 

"Saya beli secukupnya aja. Kan Pemerintah sudah bilang beli maksimal 2 liter," ucap Frida. 

Ia pun menyayangkan jika ada masyarakat yang membeli dalam jumlah banyak. "Itu berarti hanya mementingkan diri sendiri. Menggunakan kesempatan untuk mengambil keuntungan. Kasian yang pedagang-pedagang kecil kesusahan dapat minyak murah," tuturnya. 

Di sisi lain, Riska (48) yang sedang membeli minyak goreng mengungkapkan, dirinya cukup membeli 2 liter tanpa harus menyimpan stok di rumah. Selain cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam jangka waktu seminggu, hal itu ia lakukan karena mendukung himbauan Pemerintah. 

"Iya ini beli satu aja (ukuran 2 liter). Kan cuma boleh beli satu. Cukup kok ini seminggu. Nggak perlu simpan banyak-banyak di rumah," bebernya. 

Sekedar infromasi, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi sudah menerangkan bahwa minyak goreng subsidi ini akan disiapkan Pemerintah sebanyak 250 juta liter per bulan selama jangka waktu 6 bulan. 

Pemerintah juga akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin, minimal 1 bulan sekali, terkait dengan implementasi kebijakan ini. Maka dari itu, masyarakat dihimbau untuk tidak perlu membeli dalam jumlah yang sudah ditentukan. (TIA)