Berkaca WSBK, Organda Ajak Kendaraan Luar Joint Operation Sambut MotoGP

MATARAM-Organisasi Angkutan Darat (Organda) NTB akan melakukan join operation dengan kendaraan luar daerah yang bergerak pada sektor transportasi tamu. Pihaknya berkaca pada perhelatan WSBK, November lalu. Kala itu seluruh transportasi lokal habis. Kebutuhan yang membludak juga membuat kendaraan dari luar daerah juga ikut ambil kesempatan dalam momen tersebut. Untuk itu kali ini kerja sama keduanya dilakukan secara merata sebagai langkah antisipasi untuk menutupi kebutuhan selama perhelatan MotoGP.

”Jadi tidak ada lagi yang merasa wilayah A kekurangan kendaraan sementara wilayah B lebih dan sebagainya,” ujar Ketua Organda NTB Junaidi Kalsum, Kamis (13/1).

Estimasi kedatangan penonton MotoGP mencapai 100 ribu orang lebih. Tentu kebutuhan akan transportasi menjadi hal yang penting. Persiapan juga harus dilakukan secara matang. Sehingga event balap ini mampu memberikan efek positif jangka panjang. Pihaknya hingga kini masih menanti draft akhir kebijakan pemerintah terkait. Usulnya sekitar 250 kendaraan dari dalam dan luar daerah yang akan melayani kedatangan para tamu tersebut. ”Untuk lebih rinci jenis kendaraannya, tambahan unit, tarif dan sebagainya masih tunggu hasil godokan dan survei konsultan kementerian,” katanya.

Selain itu, stikerisasi masing-masing kendaraan juga sedang dimatangkannya. Ini diharapkan menjadi solusi untuk menertibkan kendaraan yang akan dialokasikan terparkir di wilayah timur dan barat. Termasuk jenis stiker untuk kawasan parkir VVIP. Dengannya kejadian berebut tempar parkir tak akan terjadi lagi dan tak ada penyekatan di detik akhir jelang pertandingan. Kembali lagi hal ini berkaca dari perhelatan WSBK lalu.

”Tinggal ditetapkan berapa kapasitas untuk kendaraan terparkir di timur dan barat itu,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Indonesian Travel Agent Association (Astindo) NTB Sahlan M Saleh mengungkapkan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Terlihat pasca harga tiket nonton MotoGP diumumkan pihak penyelenggara. Pihaknya sebagai penyedia dan penjual tiket MotoGP mengatakan pesanan grup maupun pribadi terus berdatangan. Selain akomodasi, tentu ketersediaan transportasi juga turut menjadi hal yang krusial.

”Kita harus sama-sama persiapkan dari segala sisi. Kolaborasi dan koordinasi antarusaha sektor pariwisata di momen MotoGP penting,” imbuhnya. (eka/r9)