Ilustrasi Potret Mesra Medina Zein dan Suami Lukman Azhari. Medina Zein mengaku kemesraannya selama ini dengan suami hanyalah sandiwara. [Instagram/@medinazein ini sudah lama terjadi namun Medina Zein menutupinya. </p><p>Namun kesabaran Medina Zein sudah habis karena ia terus-terusan mengalami kekerasan yang dilakukan suami. Akhirnya ia membuka kondisi rumah tangganya selama ini. </p><p>Kabar ini diungkap sendiri oleh Medina Zein di Instagram Story. Di situ, perempuan berhijab ini mengunggah foto tangannya yang tampak luka dan berdarah.</p><figure class=

"Karena sabar ada batasnya," tulis Medina Zein.

Medina Zein kemudian kembali curhat di Instagram Story. Medina mengunggah percakapan dengan salah seorang karyawannya. Di situ, Medina mengaku kalau dirinya sudah tak kuat menerima perlakuan kasar dari Lukman Azhari dan ignin pergi meninggalkan rumah.

Di unggahan berikutnya, Medina Zein menceritakan kalau perlakukan kasar Lukman Azhari sudah terlalu sering ia terima. Bahkan hari ini, Medina dipukul Lukman di depan dokter!

"Perbuatannya sudah bukan rahasia umum lagi. Semua karyawan dan orang rumah sudah sering melihat perlakuan kasarnnya. Terakhir tadi dia mukul saya di depan Dokter Lucky dengan keras," tulis Medina Zein.

Sementara di postingan berikutnya, Medina Zein mengaku sudah cukup dan ingin menyudahi rumah tangganya dengan Lukman Azhari.

"Aku benar-benar sudah cukup lelah dengan semua ini. Dan aku rasa daripada aku banyak bersandiwara di balik kesakitan aku selama ini, lebih aku sudahi," ujar Medina Zein, yang tengah berusaha menyembuhkan penyakit bipolarnya.

Medina Zein kemudian membuat video pernyataand i Instagram Story. Di situ, perempuan yang pernah berseteru dengan Irwansyah dan Zaskia Sungkar ini mengaku selama ini selalu merahasiakan tindakan kasar sang suami.

"Selama ini aku sudah sabar, sudah sering maafin, bahkan nggak pernah cerita ke siapapun. Tapi karena terlalu sering, dan jadi rashasia umum di rumah dan karyawan, aku harus melakukan sesuatu. Karena dari kecil aku tuh nggak pernah sama sekali dimarahin, dibentak, atau dikasarin. Jadi kejadian ini benar-benar buat jiwaku terguncang," tutur Medina Zein.