Tampak para warga masih menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah (sumber: kompas.com)
Tampak para warga masih menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah (sumber: kompas.com)

Tampak para warga masih menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah (sumber: kompas.com)

Sudah beberapa hari berlalu pasca pernyataan Presiden Jokowi tentang pelonggaran pemakaian masker ditempat terbuka. Kebijakan tidak ini tentu tidaklah terduga bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Pelonggaran aturan pemakaian masker diumumkan Presiden Jokowi pada Selasa (17/05/22) kemarin di channel resmi Seketariat Presiden.

"Pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka, tidak padat orang maka diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker," jelas Presiden Jokowi.

Pernyataan ini pun disambut baik oleh masyarakat Indonesia, meski begitu masih banyak masyarakat yang merasa ragu bila harus melepas masker saat beraktivitas di luar rumah.

Disisi lain, aturan tersebut berlaku jika individu tersebut beraktivitas di tempat yang sepi. Masyarakat tetap dihimbau memakai masker ketika menggunakan transportasi publik yang membuat adanya keramaian.

Anjuran memakai masker pun masih berlaku untuk para lansia, balita, batita dan seseorang yang sakit atau memiliki riwayat penyakit yang memungkinkan mudahnya virus covid-19 menjangkit tubuh.

Bisa dikatakan aturan pelonggaran ini sudah sedikit terlambat dibanding negara-negara lain, terutama negara di Benua Eropa. Tercatat Denmark merupakan negara pertama yang mencabut aturan memakai masker sejak Februari 2022 lalu.

Aturan baru ini merupakan suatu bentuk upaya transisi Indonesia dari masa pandemi menjadi endemi, dengan begitu seiring berjalannya waktu virus covid-19 akan menjadi penyakit biasa seperti flu.

Tanggapan Masyarakat
Disisi lain, ada sesuatu yang menarik terkait hal ini, yang mana tidak bisa dipungkiri bahwa 2 tahun kita hidup dalam masa pandemi yang menuntut untuk memakai masker ketika beraktivitas sehari-hari, membuat tertanamnya mindset masyarakat bahwa memakai masker merupakan suatu kewajiban.

Bisa dikatakan bahwa memakai masker sekarang ini sudah menjadi kebiasaan baru yang sudah dipatenkan masyarakat Indonesia, dengan adanya hal ini, perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat Indonesia terkait mekanisme dan penerapan kembali normal baru seperti dulu.

Belum lagi rasa takut masyarakat bahwa aturan pelonggaran dari Presiden Jokowi ternyata belum benar-benar disahkan dan diterapkan pada kebijakan-kebijakan publik yang ada, tentu akan terjadi kesalahpahaman antara para aparat dan masyarakat.

"Ya bersyukur aturan memakai masker sudah dilonggarkan, tapi pakai masker kayak udah jadi tren, gimana lagi, mau lepas kayak kerasa aneh aja," ujar Dian sebagai kubu yang ragu memakai masker.

"Alhamdulilah, syukur kita sudah tidak diwajibkan memakai masker, yang penting jaga kesehatan dan kebersihan, pola makan, serta jangan lupa selalu berdoa pada Tuhan," ujar Bapak Sugi sebagai kubu yang netral akan peraturan ini.

Selain itu, aturan baru ini pun mengundang berbagai komentar kocak bernada sindiran dari kalangan anak muda di media sosial.

"Yahh, nanti cantiknya ilang dong kalo nggak pake masker," ujar @mahesa22.

"Masker merubah segalanya kawan, jadi tetaplah memakai masker," kata @indrasuswi.

"Nggak pake masker akan mengundang komentar asli terkait wajah anda," kata @ibraabru.

Bisa dikatakan bahwa akan tampak perbedaan jika seseorang memakai masker ataupun tidak. Terlepas dari itu semua yang terpenting adalah saling menghargai dan tidak merendahkan orang satu sama lain. Jangan lupa jaga kesehatan dan pola makan, serta selalu berdoa pada Tuhan.

Penulis : Andri Kurniawan