Dukung Program Kemensos, DPR Pastikan Kawal Anggaran Sampai Persetujuan Kemenkeu

Jakarta - Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) memastikan mendukung penuh terhadap kebijakan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat miskin dan rentan. 

Salah satu yang menjadi prioritas wakil rakyat saat ini yakni inisiatif Mensos Risma yang memberikan bantuan sosial untuk anak yatim, piatu, dan yatim piatu terdampak pandemi Covid-19.

Saat hadir bersama Mensos Risma di GOR Sasana Krida Bahurekso, Kendal, Jawa Tengah, Kamis, 23 September 2021. Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori Yusuf menyatakan apresiasi dan dukungan terhadap kebijakan Kemensos yang memberikan bantuan untuk anak yatim, pintu dan yatim piatu.

DPR yang sebelumnya mengusulkan dan kemudian ibu menteri setuju jadi kami tidak hanya mendukung tapi mengawal sampai Kemenkeu menyetujui usulan anggaran.

"Program ini sangat mulia. Karena anak-anak adalah masa depan bangsa. Menyelamatkan anak-anak berarti menyelamatkan masa depan bangsa," kata Bukhori.

Ia menilai program ini belum pernah dilakukan di era sebelumnya. Arah kebijakan Mensos yang memberikan perhatian kepada anak-anak kurang beruntung tersebut, dinilai Bukhori akan menjadi catatan sejarahnya di masa mendatang.

  • Baca Juga: Komisi VIll DPR Puji Kebijakan Mensos Risma
  • Baca Juga: Dukung Akselerasi Penyaluran Bansos, PKS Minta Pemda dan Himbara Laksanakan Arahan Mensos

"Kebijakan ini patut didukung, karena belum pernah ada sebelumnya. Kebijakan Bu Menteri akan menjadi legacy," kata Bukhori.

Menurut dia, pada bantuan sosial untuk anak yatim, piatu dan yatim piatu, akan mengikuti skema bansos Program Keluarga Harapan (PKH). Di mana per anak, per kepala mereka yang sudah sekolah diberikan bantuan setiap bulan Rp200 ribu sedangkan yang belum sekolah Rp300 ribu.

"Ini saya kira yang terbaru," kata Bukhori, saat penyaluran bantuan ATENSI bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Lebih lanjut, politikus partai PKS itu, mengungkapkan untuk Kabupaten Kendal sendiri sudah tersalurkan sekitar 70 anak dari kuota 700 anak. 

Ia juga menyampaikan pada 2022 nanti bantuan tersebut tidak hanya untuk anak yatim piatu yang terdampak Covid-19, melainkan untuk anak yatim piatu di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, Kemensos mengusulkan anggaran bansos 2022 untuk anak yatim, piatu, ataupun yatim dan piatu sebesar Rp 11,64 triliun. Meski didukung penuh oleh Komisi VIII DPR RI, tapi usulan anggaran tersebut belum masuk ke dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022.

Oleh karena itu, Bukhori menegaskan Komisi VIII DPR RI akan mengawal hingga usulan tersebut disetujui oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

  • Baca Juga: Mensos Jabarkan 2 Strategi Percepatan Penanganan Kemiskinan
  • Baca Juga: Menteri Sosial Luncurkan Program Pejuang Muda

"DPR yang sebelumnya mengusulkan dan kemudian ibu menteri setuju jadi kami tidak hanya mendukung tapi mengawal sampai Kemenkeu menyetujui (usulan anggaran)," katanya.

Sebagai Informasi, data per 23 September 2021 tercatat data masuk untuk bansos anak yatim piatu sudah terlaporkan  sebanyak 38.000 anak. Lalu, yang sudah divalidasi sebanyak 28.000 anak dan 10.000 anak sedang dilakukan pendataan ulang.

Kemudian, data yang sudah dilakukan pembukaan rekening sebanyak 4.500 anak. Namun, yang sudah pencairan sebanyak 2.000 anak. []