Merasa Ditipu, Puluhan Warga Geruduk Rumah Bandar Arisan Online

SIAPGRAK.COM – Sejumlah warga mengadu ke Polisi berkait arisan lelang. Mereka khawatir uang yang sudah disetorkan untuk ikut dalam arisan online raib. Ramai dibicarakan adanya aktivitas dua bandar arisan lelang di KOta Salatiga. Memang menggiurkan. Masyarakat ditawari untuk mengikuti slot arisan. Nilainya bervariasi bisa jutaan sampai puluhan juta.

Sistemnya lelang, arisan akan jatuh tempo dengan hasil yang lebih besar dari uang yang disetor. Jika berminat, maka harus menyetor uang sebesar nilai lelang.

“Misalnya lelang arisan 20 September senilai Rp 15 juta. Maka cukup membayar 13 juta. Dan diberikan saat jatuh tempo,” jelas salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Ia menyebut satu nama yang ditengarai sebagai salah satu bandar arisan. Sayangnya, saat coba dikonfirmasi dengan mendatangi rumah bandar di Perumahan Prajamukti, ternyata kosong. Ketua RT tempat sang bandar arisan tinggal menyebut jika orang yang bersangkutan hanya kontrak.

“Orangnya bermasalah dengan tetangga. Baru mengontrak empat bulan. Jarang bersosialisasi. Dan tanggal 16 Agustus kemarin banyak didatangi orang yang kelihatannya meminta tanggungjawabnya,” jelas Agus, ketua RT setempat.

Menurutnya, banyak orang keluar masuk kompleks untuk mencari bandar arisan itu. Rumahnya di gembok oleh pihak RT. Penghuni sudah meninggalkan rumah pada Jumat (13/8/2021) malam tanpa diketahui tetangga. Di teras rumah masih ada sepeda motor, mobil mobilan listrik dan beberapa barang.

“Beberapa orang sempat hendak mengambil barang yang ada didalamnya. Tetapi saya cegah sampai ada kejelasan permasalahannya,” tutur Wisnu, yang tinggal disebelah rumahnya.

Menurutnya, tetangganya memang beberapa kali bermasalah. Mulai permasalahan saat parkir mobilnya hingga masalah lainnya. “Sini jalannya sempit, jadi parkir harus diatur agar tidak mengganggu jalan,” imbuhnya.

Informasi lain menyebut jika bandar membuat sekitar 30 slot arisan. Belum lama ini disebutkan jika ia mencairkan uang sekitar Rp 2.5 miliar untuk menutup arisan slot 1 – 15. Slot sisanya belum.

Kasatreskrim Polres Salatiga AKP Lanang Teguh Pambudi saat dikonfirmasi membenarkan jika sudah ada warga yang mengadukan permasalahannya. Hanya saja, pihaknya meminta masyarakat untuk melengkapi data atau dokumen. Seperti bukti setor arisan. “Kami sarankan untuk membawa dokumen terkait arisan lelang tersebut jika ingin membuat laporan. Beberapa kemarin sudah datang,” terang Lanang saat dikonfirmasi Radar Semarang, Rabu (18/8).