SIAPGRAK.COM - Stefano Pioli memang belum pernah memenangkan satu pun gelar major sepanjang karier kepelatihannya namun pria 56 tahun itu sama sekali tidak boleh diremehkan.

Selain hanya sejengkal lagi akan meraih trofi Liga Italia pertamanya, allenatore plontos tersebut kini juga masuk jajaran elite manajer-manajer AC Milan.

Sejak Oktober 2019, Pioli sudah memimpin Il Rossoneri dalam 134 pertandingan resmi dengan rincian 77 kali menang, 25 kali kalah, dan 32 sisanya berujung imbang.

Artinya per laga Pioli bisa mengantongi rata-rata 1,96 poin. Kelihatannya tidak terlalu istimewa namun angka tersebut terbukti lebih baik dari sejumlah manajer top AC Milan di masa lampau.

Massimiliano Allegri yang membawa Merah-Hitam menjuarai Liga Italia terakhir mereka di 2010/2011 'cuma' bisa meraih 1,81 poin tiap 90 menit.

Carlo Ancelotti yang digadang-gadang adalah nakhoda terbalik AC Milan di dua dekade terakhir dengan prestasi dua Liga Champions dan Liga Italia juga masih kalah jika dibandingkan dengan Stefano Pioli.

📰 #SkySport: Stefano #Pioli is currently the second best coach in AC Milan's history since 1960 in terms of average points (1.96).
Fabio Capello (2.02)
Arrigo Sacchi (1.95)
Nereo Rocco (1.95)
Carlo Ancelotti (1.84)
Massimiliano Allegri (1.81) pic.twitter.com/VXQB1gBR0y

— Milan Posts (@MilanPosts) May 12, 2022

Sepanjang masa baktinya di San Siro, Don Carletto memiliki rataan poin sebanyak 1,84 dan daftar pelatih top AC Milan yang harus sungkem pada Pioli masih belum habis.

Arrigo Sacchi (1,95) yang punya titel pelatih legendaris saja juga punya rataan poin yang lebih sedikit ketimbang Stefano Pioli meski ia punya delapan gelar dalam dua periode mengabdi untuk AC Milan.

Satu-satunya manajer AC Milan setelah era 1960 yang rasio poinnya lebih tinggi adalah Fabio Capello dengan 2,02.

Dalam lima tahun periode pertamanya di Kota Mode, Capello mengarungi 249 pertandingan dengan total 149 kemenangan, 75 seri, dan 31 kekalahan.

1. Kurang Dihargai?

Pemain AC Milan Pierre Kalulu dan pelatih Stefano Pioli. Foto: REUTERS/Alberto Lingria

Bukti data tadi menunjukkan jika Stefano Pioli layak diberi apresiasi tinggi dan bukannya keraguan yang hingga kini masih kerap terdengar.

Saat manajemen AC Milan menunjuknya sebagai pengganti Marco Giampaolo pada pertengahan musim 2019/2020 lalu banyak yang sangsi pada kemampuannya meracik strategi.

Bukan hal aneh karena Pioli memang lebih dikenal sebagai pelatih 'kutu loncat' alias tukang ganti klub namun tanpa prestasi nyata.

Sebelum menukangi AC Milan, allenatore berpaspor Italia itu sudah melatih 12 tim berbeda termasuk Inter Milan, Lazio, dan Fiorentina namun tidak punya kesan apik.

Akan tetapi, kini Stefano Pioli seakan sedang membangun kisah manisnya sendiri dengan membawa AC Milan yang tidak diunggulkan menuju tangga juara Liga Italia 2021/2022.

Boleh dibilang skuat Il Diavolo Rosso musim ini tidak sementereng rival-rival mereka, tetapi Pioli tetap bisa menemukan keseimbangan.

Olivier Giroud yang disangka sudah habis justru mampu menggantikan peran Zlatan Ibrahimovic sebagai ujung tombak dengan baik.

Begitu juga Mike Maignan yang awalnya diragukan untuk bisa mengisi pos kiper peninggalan Gianluigi Donnarumma namun malah menjadi rekrutan terbaik pada musim panas lalu.

Sejumlah pemain muda dalam diri Rafael Leao dan Sandro Tonali juga kian bisa diandalkan. Keduanya kini sudah sepenuhnya menjadi pengisi Starting XI utama AC Milan.

Semuanya berkat Stefano Pioli. Jika Liga Italia gagal ia menangkan musim ini, AC Milan harus tetap percaya padanya dan kembali memberisupport penuh di 2022/2023.

2. Nicolas Pepe Jadi Buruan AC Milan

Pemain Arsenal, Nicolas Pepe.

Klub Liga Italia, AC Milan, masih menyimpan keinginan untuk bisa memiliki Nicolas Pepe pada bursa transfer kendati saat ini sinar sang pemain sudah meredup.

Jika Arsenal mau melepasnya dengan harga miring pada bursa transfer mendatang, maka winger internasional Pantai Gading itu akan punya kans menghidupkan kariernya lagi di Italia.
Laporan dari media-media Negeri Pizza menyebutkan jika Pepe dipandang AC Milan sebagai target yang pas untuk mengisi slot sayap kanan mereka.

Musim ini kendati mereka terbilang sukses bersaing untuk memperebutkan gelar Liga Italia namun AC Milan tidak punya sosok yang konsisten di sisi kanan penyerangan.

Samu Castillejo bisa dibilang sudah dibekukan dari skuat oleh manajer Stefano Pioli akibat saking jarangnya dimainkan.
Jika Dijual Murah, AC Milan Siap Bantu Bangkitkan Karier Mati Bintang Arsenal Ini