CDC/Dr. G. William Gary via WIKIMEDIA COMMONS
Adenovirus. Jenis virus ini sangat banyak dan menyebabkan berbagai penyakit. Umumnya, banyak menyebabkan flu dan pilek. Belakangan, kasus hepatitis akut misterius pada anak, diketahui disebabkan oleh jenis virus Adenovirus 41.

SIAPGRAK.COM- Peneliti Kelompok Riset Hepatitis, Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Korri El Khobar menjelaskan, deteksi virus penyebab hepatitis akut misterius pada anak-anak dapat dilakukan secara serologi dan molekuler.

Berikut penjelasan perbedaan kedua deteksi virus penyebab hepatitis akut misterius secara serologi dan molekuler.

Deteksi virus penyebab hepatitis secara serologi

Dalam dunia medis, uji serologi dilakukan untuk membantu diagnosis dari suatu penyakit.

Pengujian ini dapat menguji reaksi serologis spesifik untuk suatu agen infeksius, waktu yang diperlukan pun lebih singkat daripada pemeriksaan kultur atau identifikasi bakteri, dan pengambilan sampel relatif mudah yaitu darah.

“Deteksi serologi dilakukan untuk menentukan apakah seseorang telah atau pernah terinfeksi dengan cara mendeteksi antibosi spesifik terhadap virus,” kata Korri dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/5/2022).

Pemeriksaan serologi biasanya dilakukan ketika dalam pemeriksaan medis seseorang dicurigai mengidap penyakit yang melibatkan imunitas atau sistem kekebalan tubuh.

Selain dipergunakan dalam deteksi penyebab hepatitis akut misterius yang saat ini banyak menyerang anak-anak di sejumlah negara di dunia, uji serologi ini juga cukup membantu dalam menentukan diagnosis penyakit seperti hepatitis B.

Pemeriksaan serologi biasanya dilakukan di laboratorium, atau rumah sakit yang memiliki peralatan memadai.

Deteksi virus penyebab hepatitis secara molekuler

Sementara itu, deteksi molekuler dilakukan untuk mengkonfirmasi diagnosis infeksi virus dengan cara mendeteksi materi genetik virus.

Pengujian ini juga dimaksudkan untuk menganalisa penanda biologi secara genomik atau proteomik untuk mendapatkan informasi kesehatan atau penyakit pasien dalam diagnostik klinis.

Hasil positif dari deteksi molekuler dapat dilanjutkan dengan melakukan proses sequencing untuk mendapatkan sekuens virus tersebut.

“Analisis sekuens virus dapat dilakukan untuk mengidentifikasi jenis virus, melakukan karakterisasi sekuens virus dengan melihat adanya variasi pada sekuens, melakukan analisis kekerabatan virus, dan juga menentukan sebaran epidemiologi virus,” tambah Korri.

Apa penyebab hepatitis akut misterius anak?

Hepatitis adalah penyakit peradangan hati. Sampai saat ini para ahli di berbagai negara masih terus menyelidiki penyebab utama penyakit Hepatitis Akut Misterius anak.

Hal ini dikarenakan, agen infeksi yang paling sering terlibat atau virus yang bertanggung jawab pada hepatitis A, B, C, D dan E, tidak ditemukan pada pasien penderita Hepatitis Akut Misterius ini.

Meski pada awalnya, kuat dugaan penyakit ini terkait dengan adenovirus, saat ini para peneliti di dunia terus melakukan studi mendalam dan studi baru mengungkapkan bahwa Covid-19 diduga memicu hepatitis akut misterius.

Studi yang dipublikasikan di medRxiv pada 10 Mei 2022, menunjukkan virus corona atau SARS-CoV-2 diduga menjadi penyebab dari hepatitis akut misterius pada anak.

Dalam studi yang belum ditinjau rekan sejawat itu dijelaskan, anak yang terinfeksi Covid-19 cenderung berisiko tinggi mengalami disfungsi organ hati setelah sembuh.

Seperti dilansir dari Reuters, Selasa (17/5/2022) para peneliti menyampaikan ada kemungkinan anak-anak yang terkena penyakit itu belum mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Studi lainnya juga menemukan hal serupa, mengenai adanya kemungkinan keterkaitan antara super antigen virus corona dengan hepatitis akut.

Menurut studi yang dipublikasikan di The Lancet Gastroenterology & Hepatology pada 14 Mei 2022 ini, pasien hepatitis akut berat dicurigai telah terinfeksi virus corona.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemudian menetapkan Hepatitis Akut Misterius yang menyerang anak-anak ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 15 April 2022.

Sehari setelah pengumuman WHO tersebut, atau mulai 16 April 2022, kasus-kasus infeksi serupa juga dilaporkan di banyak negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Berdasarkan data, sampai pada tanggal 19 Mei 2022, ada total 436 kasus hepatitis akut misterius dari 27 negara. Sementara itu, ada 14 kasus dugaan hepatitis akut di Indonesia dengan enam di antaranya meninggal dunia.

Penulis : Ellyvon Pranita Editor : Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas