5 Orang Ini Akhirnya Jatuh Cinta pada Islam, padahal Dulu Islamophobia
 Hidayah bisa datang dari mana saja dan kapan saja.

JAKARTA, SIAPGRAK.COM – Hidayah bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Sekalipun orang itu di keyakinan sebelumnya sangat fanatik, tapi Allah SWT Maha membolakbalikan hatinya.
Misalnya lima orang berikut ini yang dulunya anti Islam, bahkan ingin memeranginya, namun akhirnya menjadi mualaf, seperti dikutip dari channel YouTube Pintu Hidayah.

1. Daniel Sterich

Daniel Streich adalah anggota Partai Swiss SPP dan dulunya pembenci Islam yang tenar. Dia sangat menentang keras pembangunan masjid di negaranya sejak 1990.
SPP bukanlah partai sembarangan, di dalamnya terdapat cendikia, ilmuwan, pelajar dan pegiat non muslim. Partai ini menjadi nomor satu yang menentang Islam di Swiss.

Saat ingin menyingkirkan Islam dari Swiss dia malah belajar Alquran. Awalnya dia berniat untuk meruntuhkan kaum muslim, tapi yang terjadi malah terkagum-kagum dengan Islam. Akhirnya dia jadi mualaf 6 tahun lalu.

"Hanya perbedaan yang saya dapatkan ketika mempelajari Islam. Agama ini memberikan saya jawaban logis yang tidak saya temukan di agama saya," katanya.

2. Arnoud Van Doorn

Dia adalah seorang produser yang membuat film menghina Nabi Muhammad yang diluncurkan pada 2008.

Namun pembenci Islam ini menjadi mualaf pada 2013. Bahkan dia melakukan ibadah haji untuk kali pertamanya 9 bulan setelah mengucapkan syahadat. Dia mengatakan mendapat ketenangan setelah menjadi seorang muslim.

Beritanya cukup menghebohkan di dunia saat itu. Sebelum menjadi mualaf, Doorn adalah mantan wakil ketua partai kebebasan Belanda yang terkenal dengan gerakan anti Islam.

"Semakin saya membaca Alquran semakin saya yakin Islam adalah agama yang benar-benar dan bijaksana," ujarnya.

3. Yusuf Estes

Yusuf Estes adalah mualaf asal Amerika Serikat, padahal dulunya ia termasuk islamphobia. Estes menganggap Islam adalah penyembah bangunan berbentuk kubus di tengah Padang pasir yang senang kekerasan, yakni yang tak lain adalah Kakbah.

Pada 1991 dia membuka usaha dan harus berkunjung ke luar negeri, negara pertama yang didatanginya adalah Mesir. Di sana ia bertemu dengan seorang pria muslim. Namun Pria itu malah mempercayai Injil dan menghormati Yesus.

Kemudian membawanya ke dalam masjid, dan perlahan dia masuk Islam diikuti oleh anak, istri dan keluarganya yang lain termasuk orangtuanya. Ia mendalami Islam di Mesir, Turki dan Maroko.

4. Terry Holdbrooks Jr

Ia adalah seorang anggota polisi militer AS dan pernah menjadi penjaga penjara Guantanamo yang menahan anggota Al Qaeda dan Taliban yang dianggap berbahaya. Ia menjaga penjara itu sejak 2002 hingga 2003.

Holdbrooks menyaksikan para tahanan disiksa, mulai harus tidur di lantai yang dingin, hingga darah menstruasi para penjaga diusapkan kepada para tahanan karena dianggap mereka orang paling buruk di dunia.

Namun dia melihat walaupun para tahanan ini diberikan perlakuan buruk, namun mereka tetap tersenyum dan salat selama lima waktu.

Diam-diam Holdbrooks mempelajari Islam dan Alquran. Hatinya juga mulai mendapatkan pencerahan dari Alquran. Sejak 2005 dia masuk Islam, dan mengamalkan semua secara perlahan.

5. Ibrahim Killington

Adanya aksi teror pada 11 September 2021 membuat negara-negara barat menjadi islamophobia, khususnya di Amerika Serikat. Namun karena kejadian itu hidayah malah sampai ke sebagian orang, lalu memeluk Islam.

Hal ini terjadi kepada Ibrahim Killington, dia mendapatkan hidayah dari sebuah siaran radio, padahal sebelumnya akan bergabung dengan tentara AS.

Ibrahim pun mempelajari Islam lebih dalam. Hatinya tercerahkan dan akhirnya mualaf.