Pengunjung menempati kursi dengan pengaturan jarak saat dibukanya kembali bioskop di studio CGV Cinemas Grand Indonesia, Jakarta, Kamis, 16 September 2021. Sejumlah pembatasan diterapkan saat bioskop diperbolehkan buka di daerah dengan status PPKM level 3 dan 2.  TEMPO/Daniel Christian D.E
Menteri Luhut Pandjaitan memaparkan sejumlah pelonggaran yang diberlakukan pada periode PPKM dua pekan ke depan. Apa saja pelonggaran tersebut?

SIAPGRAK.COM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut sejumlah pelonggaran yang diberlakukan pada periode PPKM dua pekan ke depan. Pelonggaran itu antara lain terkait dengan kebijakan di bioskop.

"Kapasitas bioskop untuk kota level 2 dan 1 dapat dinaikkan menjadi 70 persen," ujar Luhut dalam konferensi pers, Senin, 18 Oktober 2021. Selain itu, anak-anak juga diperkenankan masuk bioskop di kota yang menerapkan PPKM Level 1 dan Level 2.

Ketentuan lainnya, tempat permainan anak di mal atau pusat perbelanjaan jugaboleh dibuka untuk kabupaten atau kota di level 2. Syaratnya, tempat permainan anak harus mencatat nomor telepon dan alamat orang tua, serta waktu anak bermain untuk kebutuhan tracing.

Pelonggaran juga diterapkan di lokasi wisata. Anak-anak di bawah 12 tahun diperbolehkan masuk tempat wisata di wilayah PPKM level 2 yang sudah menggunakan Peduli Lindungi, dengan didampingi orang tua.

"Uji coba tempat wisata di kabupaten atau kota level 3 akan ditambah sesuai dengan izin Kemenparekraf. Wisata air dapat dibuka pada kabupaten kota level 2 dan 1," tutur Luhut.

Ketentuan lain yang diatur pada periode PPKM kali ini juga terkait sopir logistik yang sudah divaksin dua kali. Mereka dapat menggunakan hasil tes antigen yang berlaku selama 14 hari untuk melakukan perjalanan domestik. Petugas nantinya akan melakukan pengetesan acak kepada mereka.

Pada periode PPKM mendatang, Luhut mengatakan ada sembilan kabupaten dan kota yang masuk wilayah PPKM level 1. Selain itu, ada 54 kabupaten dan kota yang masuk wilayah PPKM level 2. ain itu, 54 kabupaten dan kota masuk wilayah PPKM level 2. "Terkait detail mengenai keputusan ini akan dituangkan melalui Inmendagri," ujar Luhut.

Luhut mengatakan secara umum, kasus aktif nasional dan di Jawa-Bali terus menurun. Kasus aktif nasional tercatat sebesar 18 ribu, sementara di Jawa-Bali kurang dari 7 ribu. Angka tersebut jauh menurun dibandingkan lebih dari 570 ribu kasus aktif pada puncak varian Delta.

Bahkan, ia mengatakan situasi itu semakin membaik dengan tercapainya nol kematian akibat Covid-19 di DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Barat, dan Bali pada 17 Oktober 2021. Adapun di provinsi lain di Jawa, angka kematian harian pun berhasil ditekan di bawah lima kematian per hari.

"Capaian ini kami yakin mampu dijaga seiring dengan capaian vaksinasi lansia, di Jawa-Bali yang meningkat tajam. Namun akselerasi masih perlu dilakukan karena vaksinasi di Jawa-Bali baru mencapai 43 persen," tutur Luhut.

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.