Gibran dan Kaesang. Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

Bisnis es doger milik Gibran Rakabuming Raka yang pada 2019 mendapat suntikan USD 5 juta atau sekitar Rp 71 miliar disorot oleh pakar information technology (IT), Sammy Notaslimboy.

Suntikan modal tersebut diberikan oleh Alpha JWC Ventures untuk startup minuman tradisional Indonesia yang didirikan Gibran, yakni Goola.

Berdasarkan catatan kumparan, Alpha JWC Ventures juga menyuntik dana ke startup Mangkokku yang didirikan Gibran bersama Kaesang Pangarep, Arnold Purnomo, dan Randy Kartadinata.

Grand Opening Mangkok Ku X Goola di Kokas Foto: Dok. Istimewa

Pada 23 November 2020, Mangkokku yang bergerak di industri kuliner mendapat gelontoran dana USD 2 juta atau setara dengan Rp 29 miliar dari Alpha JWC Ventures.

Siapa Alpha JWC Ventures?

Dikutip dari laman resminya, Alpha JWC Ventures didirikan pada tahun 2015 oleh Jefrey Joe, Chandra Tjan, dan Will Ongkowidjaja. Alpha JWC Ventures memperkenalkan diri sebagai investor yang mendukung startup berbasis teknologi untuk jangka panjang.

Di 2016, perusahaan modal ventura ini menyuntikkan dana USD 50 juta ke 43 startup di Asia Tenggara, sebagian besar di Indonesia.

Gibran dan Kaesang Foto: Cornelius Bintang/kumparan

Dalam portofolionya, Alpha JWC Ventures telah berinvestasi ke sejumlah startup ternama seperti Kopi Kenangan, Ajaib, Lemonilo, Bobobox, Kredivo, TaniFund, hingga Zenius. Total ada 57 perusahaan dalam portofolio Alpha JWC Ventures. Aset yang dikelola mencapai USD 630 juta.

Gibran Buka Suara

Terkait hal ini, Gibran mempertanyakan kenapa suntikan modal Alpha JWC Ventures baru dipersoalkan sekarang. Sebab, kejadiannya sudah lebih dari 2 tahun lalu, yaitu 17 Agustus 2019.

Gibran juga mempertanyakan apa kesalahannya. Ia menegaskan bahwa itu murni bisnis untuk pengembangan usaha, tak ada kaitan dengan pemerintah.

"Itu murni bisnis. Kalau ada yang merasa ada yang salah dengan venture capital, dilaporkan saja. Kesalahan apa saya juga bingung. Ora ono salah opo-opo loh. (Tidak salah apa-apa)," kata Gibran di Balai Kota, Senin (17/1).