Ilustrasi/ Foto: iStock
Ilustrasi/ Foto: iStock

Media sosial menjadi salah satu tempat seseorang berkarya, Bunda. Kadang kala, karya yang dihasilkan justru menjadi tren dan diikuti oleh banyak orang.

Aplikasi TikTok adalah contoh banyak orang bisa berkarya dan menghasilkan pundi-pundi rupiah. Namun, terkadang tren yang dihasilkan bernilai negatif pada mata sebagian masyarakat.

Beberapa waktu lalu, sempat trending dan viral di TikTok videoUnboxing by Husband, Bunda. Tren ini biasanya diikuti oleh para pengantin baru yang mengabadikan momen bahagia mereka setelah resmi berstatus suami istri.

Tren ini sering juga disebut dengan tren Unboxing Pengantin. Dalam video, biasanya terlihat pengantin pria melepaskan aksesori dan kerudung dari kepada mempelai wanita usai menikah. Lokasinya pun umumnya berada di sebuah kamar.

Saat sang pengantin pria tengah melepaskan satu demi satu aksesori yang ada di kepala pengantin wanita, sang wanita justru tampak mengabadikan momen itu melalui kamera ponsel sambil tersenyum.

Sebenarnya, tren ini dimaksudkan untuk mengenang dan merayakan hari bahagia para pengantin baru, sekaligus mengumumkan status mereka sebagai suami dan istri yang sah. Namun, ternyata tren yang marak dilakukan di Negeri Jiran, Malaysia, ini turut mendapatkan banyak kecaman.

Tak sedikit netizen yang menilai aksi 'unboxing' ini melenceng dari kaidah Islam, Bunda. Bukan tanpa alasan, hal ini karena sebagian besar pasangan yang mengikuti tren ini adalah seorang Muslim yang mengenakan hijab.

Banyak netizen yang membubuhkan komentar di video-video 'unboxing' ini. Mereka bahkan mengatakan kalau tak baik seorang suami mengumbar aurat istrinya.

"Apakah kamu tidak merasa malu merekam video seperti itu? Aurat istri harus dijaga oleh suaminya," komentar netizen.

Selain itu, ada pula netizen yang mengatakan bahwa pasangan-pasangan muda saat ini sering terpengaruh oleh hal-hal yang dianggap tidak pantas. Padahal hal itu hanya untuk sebuah tren yang nantinya akan mempermalukan dirinya sendiri.

"Pasangan pengantin zaman sekarang ini sangat mudah terpengaruh oleh hal-hal yang tidak pantas hanya untuk tren semata tapi sebenarnya, itu mempermalukan diri sendiri dan keluarga," tulis netizen lain.

Tak hanya meresahkan banyak orang, tren ini juga membuat departemen keagamaan di Malaysia buka suara. Lewat unggahan Facebook, pihaknya mengingatkan bahwa kaum Muslim agar tidak mengikuti tren ini.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.