Garena, pengembang game Free Fire serta Google, dan Apple digugat oleh Krafton atas pelanggaran hak cipta karena telah melakukan plagiarisme. 

PUBG: New State yang diluncurkan pada November menjadi alasan Krafton membuat gugatan itu karena pihaknya takut bahwa Garena akan meniru kembali elemen-elemen baru yang terkandung di dalamnya.

Gugatan diajukan kepada Pengadilan AS Distrik Pusat California pada 10 Januari 2022. Krafton harus membuktikan ke pengadilan bahwa Garena telah melakukan pelanggaran di mata hukum.

Pengacara Garena mengatakan bahwa gugatan dari Krafton “tidak berdasar” dan harus memberikan bukti yang konkrit untuk menguatkan gugatannya itu.

Awalnya Garena menjual game yang mirip dengan PUBG di Singapura tak lama setelah game PUBG diluncurkan pada 2017. Kemudian Apple dan Google meluncurkan game versi selulernya dengan nama Free Fire: Battlegrounds.

Krafton menuding game Free Fire yang dikembangkan Garena itu telah meniru banyak aspek, mulai dari struktur dan permainannya, armor dan objek unik, pemilihan senjata, bahan, tekstur, lokasi hingga skema warna keseluruhannya.

Dilansir Techcrunch, klaim Singapura itu diselesaikan antara kedua perusahaan, namun Krafton tidak pernah menandatangani perjanjian lisensi dengan Garena.

Pada 28 September 2021, Garena merilis Free Fire MAX, game seluler yang terpisah dan didistribusikan di Apple dan toko aplikasi Google dituding telah menyalin berbagai aspek dari game Playerunknown's Battlegrounds.

Namun saat ini  tidak hanya Garena yang digugat oleh pihak Krafton. Toko aplikasi (Google Play dan Play Store) yang turut mendistribusikan game ini juga digugat oleh mereka.

Free Fire telah menghasilkan “ratusan juta dolar” dari penjualan globalnya. Krafton menuding bahwa Garena telah mendapatkan banyak keuntungan dari tindakannya itu. Apple dan Google juga mendapat untung, karena menerima komisi pendistribusiannya.

Bahkan mereka menyebut YouTube dalam gugatan mereka karena menghosting video gameplay Free Fire dan Free Fire MAX. YouTube juga menyelenggarakan video live-action yang merupakan dramatisasi PUBG.

Krafton mengatakan telah meminta toko aplikasi untuk menghentikan distribusi game itu pada 21 Desember 2021, mereka menolak. YouTube juga tidak akan menghapus video itu.

Dilansir Sensor Tower, Krafton telah mencatat penjualan US$2,7 miliar tahun 2020 dari PUBG Mobile, kemudian menjadi US$2,9 miliar pada tahun 2021. Garena dengan game Free Fire mendapatkan sekitar US$1,2 miliar tahun lalu.