https://res.cloudinary.com/dk0z4ums3/image/upload/v1591775893/attached_image/terlalu-sering-main-gadget-bisa-menghambat-perkembangan-anak.jpg
https://res.cloudinary.com/dk0z4ums3/image/upload/v1591775893/attached_image/terlalu-sering-main-gadget-bisa-menghambat-perkembangan-anak.jpg

https://res.cloudinary.com/dk0z4ums3/image/upload/v1591775893/attached_image/terlalu-sering-main-gadget-bisa-menghambat-perkembangan-anak.jpg

Gadget memang "obat mujarab" yang bisa membuat anak Anda anteng. Namun perlu diwaspadai bahwa penggunaan gadget terus-menerus dapat berakibat buruk bagi anak-anak.

Dampak buruk kecanduan gadget pada anak-anak bisa mempengaruhi tumbuh kembangnya. Apalagi jika hal ini terjadi pada usia 0-5 tahun yang merupakan periode emas bagi tumbuh kembang anak.

Kita harus memahami bahwa pada masa tersebut seluruh aspek kecerdasan seperti kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual berkembang sangat pesat.

Jika orang tua mampu menstimulasi dengan hal-hal positif yang dibutuhkan, maka sang anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang luar biasa. Sebaliknya jika periode tersebut tidak dimanfaatkan atau bahkan dilewatkan dengan bermain gadget terus-menerus, maka bisa berdampak serius.

https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/21zZDfI8I30z9GNZESS4_-U4zFQ=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-pro

Beberapa dampak buruk kecanduan gadget antara lain:

  • Menurunnya kemampuan kognitif yaitu seputar daya ingat, bahasa, daya tangkap, memori dan konsentrasi anak.
  • Gangguan gerak motorik dan sensorik anak, hal mana disebabkan karena anak jadi malas bergerak.
  • Pada kasus tertentu, kecanduan gadget juga bisa mengakibatkan insomnia atau sulit tidur.
  • Gangguan pada fisik seperti obesitas dan gangguan pada mata.
  • Meningkatkan perilaku agresif anak karena bisa jadi mereka menerima informasi yang salah saat menggunakan gadget tanpa pengawasan.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Bristol University mengungkapkan bahwa penggunaan gadget berlebihan pada anak dapat meningkatkan risiko anak terserang depresi, gangguan kecemasan, dan sulit fokus. Tidak heran jika saat ini kasus gangguan perilaku dan mental terus meningkat dari tahun ke tahun.

Sayangnya kondisi-kondisi diatas belum disadari sepenuhnya oleh para orang tua. Masih banyak ditemukan orang tua yang dengan sengaja mengizinkan anaknya bermain gadget dengan alasan supaya diam, supaya tidak rewel, supaya orang tua bisa bebas melakukan aktivitas tanpa diganggu.

Bukannya melarang seratus persen anak menggunakan gadget, tetapi pesan yang ingin saya sampaikan ialah perlu adanya metode pengawasan dan kontrol penggunaan gadget bagi anak-anak. Tujuannya tidak lain ialah agar anak terhindar dari segala risiko dampak buruk kecanduan gadget diatas.

Lantas apa yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua yang saat ini sedang menghadapi kasus anak kecanduan gadget? Berikut cara mengatasi kecanduan gadget pada anak-anak.

Menjadi contoh yang baik bagi anak

https://i.ibb.co/s6h5ThJ/Anak-Masa-Kini-Sudah-Kecanduan-Gadget.jpg

Anak-anak adalah peniru yang luar biasa. Mereka kerap kali menyerap pelajaran dari lingkungan di sekitarnya. Tak terkecuali perilaku atau kebiasaan orang tuanya memakai gadget.

Jika Anda seringkali sibuk bermain gadget didepan sang anak, maka ia akan meniru kebiasaan Anda tersebut. Apalagi sampai mengabaikan anak karena terlalu asyik bermain gadget, hal ini merupakan contoh buruk bagi anak-anak.

Oleh sebab itu, mulai sekarang ubah kebiasaan Anda di depan anak. Setop menyibukkan diri terus-menerus dengan gadget. Berikan waktu efektif kepada anak. Lakukan komunikasi yang intens bersamanya dan tinggalkan gadget Anda di depan mereka.

Membuat aturan pembatasan bermain gadget

https://sdkanisiuspendowomagelang.sch.id/uploads/images/2021/04/10/img_607125987fb93.jpg

Ketika anak mulai tidak terkendali dalam manggunakan gadget, maka saatnya Anda bertindak tegas kepadanya. Mulailah menciptakan aturan pemakaian gadget misalnya 1-2 jam per hari.

Memang tantangan terberat adalah penolakan sang anak yang mungkin bisa sampai pada tahap tantrum bahkan menyakiti. Jika hal ini terjadi, coba Anda ingat prinsip ini: "You are the boss"

Pihak yang pertama kali memberikan izin menggunakan gadget adalah Anda bukan? Jadi Anda juga yang bisa mengambilnya dari tangan sang anak. Anda adalah bos nya!

Biarkan mereka menolak, menangis, membangkang dan sebagainya. Anda cukup bertindak sigap agar respon nya tidak membahayakan.

Kondisi tersebut lambat laun juga akan reda karena anak kecapekan. Saat itulah Anda bisa melakukan pendekatan dengan membuka komunikasi, memberikan pemahaman bahwa Anda mengijinkan bermain gadget tapi mulai saat ini harus ada aturan pemakaiannya.

Anda buat konsensus bersama sang anak mengenai jam penggunaan gadget. Jika ia patuh, maka berikan reward atau hadiah seperti makanan atau minuman kesukaan.

Menciptakan aktivitas-aktivitas yang menyenangkan bersama sang anak

https://images.motherandbeyond.id/unsafe/0x0/smart/media/assetmb/e3511b106f47b67f5fbe4e579f87b364.jpg

Untuk mengalihkan pikiran anak-anak, maka Anda perlu menciptakan aktivitas kebersamaan. Ajak mereka untuk melakukan hal-hal yang bersifat nyata seperti bersepeda bersama, memasak, menggambar, mewarnai atau berkebun bersama.

Serangkaian aktivitas bersama anak selain sebagai metode mengurangi kecanduan gadget juga bermanfaat dalam membangun hubungan emosional antara orang tua dengan sang Anak.

Menetapkan wilayah bebas gadget di rumah

https://asset-a.grid.id/crop/0x0:0x0/750x500/photo/intisarifoto/original/28029_manfaat-makan-bersama-keluarga.jpg

Salah satu cara ampuh mengurangi kecanduan gadget ialah dengan menetapkan wilayah-wilayah bebas gadget di dalam rumah seperti ruang makan, ruang keluarga bahkan ruang tidur.

Hal tersebut juga harus dipatuhi oleh semua anggota keluarga termasuk orang tua. Dengan kata lain siapapun yang ada di ruangan tersebut tidak boleh menggunakan gadget.

Memberitahu Anak bahaya kecanduan gadget

https://disdikpora.bulelengkab.go.id/public/uploads/konten/mendidik-anak-usia-12-17-tahun-50.jpg

Anda bisa menjelaskan kepada sang anak dengan bahasa komunikasi yang mudah dimengerti bahwa kecanduan gadget membawa masalah gangguan kesehatan fisik dan psikis.

Selain itu, Anda juga bisa langsung memberikan contoh tentang bahaya dan risiko kecanduan gadget seperti obesitas, sakit mata, dan lain-lain.

Mendatangi lokasi terapi

sumber: dokumentasi pribadi

Apabila dirasa kecanduan gadget sang anak sudah pada tahap yang benar-benar sulit ditangani, maka tidak ada salahnya Anda mencoba berkonsultasi dengan para ahli dan praktisi terapi.

Seperti kita ketahui bersama bahwa kecanduan merupakan salah satu bentuk gangguan perilaku. Anda bisa mendatangi lokasi praktik psikolog untuk mulai terapi kognitif dan perilaku (Cognitive and Behavour Therapy)

Selain itu, Anda juga bisa mendatangi lokasi praktik hipnoterapi yang terbukti manjur sebagai salah satu alternatif mengatasi kecanduan.

Kecanduan erat kaitannya dengan kebiasaan. Berdasarkan penelitian beberapa ahli menyebutkan bahwa pikiran manusia dibagi menjadi 2 yakni pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar adalah tempat menyimpan memori permanen, keyakinan, emosi dan kebiasaan.

Untuk mengubah kebiasaan buruk (kecanduan), maka diperlukan metode yang dapat menembus pikiran bawah sadar kemudian mengubahnya dengan memberikan sugesti kebiasaan yang lebih positif. Tools atau alat tersebut disebut dengan ilmu Hipnosis.

Beberapa teknik yang bisa diterapkan antara lain, Hypno Parenting, Hypno Sleep, Terapi Emosi dan Pikiran serta Anchoring.

***

Demikian ulasan mengenai cara mengatasi kecanduan gadget pada anak-anak. Mari menjadi orang tua yang bijak dengan memberikan kehadiran seutuhnya buat sang Anak.

Pembentukan karakter anak sangat tergantung dari peranan orang tua dalam mengawasi, membentuk dan mengendalikan proses tumbuh kembang sang Anak.

Salam sehat, sukses dan bahagia

-Anjas Permata

Penulis : Anjas Permata