video-adhisty-zara-lead.jpg

Aktris Adhisty Zara kembali tersangkut skandal di media sosial. Namanya menjaditrending topics di media sosial Twitter lantaran video pribadinya tersebar. Video Adhisty Zara sedang bermesraan dengan pria yang diduga mantan suami Rachel Vennya menjadi buah bibir warganet.

Gadis kelahiran 21 Juni 2003 tersebut adalah salah satu aktris muda Indonesia yang namanya diperhitungkan di kancah perfilman Indonesia. Sayangnya, Zara tersandung skandal yang melibatkan video pribadinya. Bukan hanya sekali, melainkan dua kali.

Artikel Terkait: Zara JKT48 Dihujat Warganet, Sang Ibu: “Stop Menghakimi Anak Saya!”

Adhisty Zara Kembali Tersandung Skandal Video Pribadi

Sumber: Antara News

Mantan anggota grup JKT48 yang beralih ke dunia seni peran ini bukan pertama kalinya mengalami masalah seputar media sosial. Tahun 2020 lalu, video Zara dengan kekasihnya juga bocor di internet.

Kabarnya, Zara salah mengunggah video pribadinya lewat Instagram. Meski sudah dihapus, video tersebut terlanjur beredar. Akan tetapi seakan tak belajar dari kesalahannya, skandal serupa kembali terulang.

Menurut berbagai sumber, video pribadi Adhisty Zara yang sedang bermesraan dengan pria yang mirip Niko Al Hakim, mantan suami influencer Rachel Vennya tersebut awalnya diunggah Zara di akun pribadinya yang tertutup. Namun salah seorang teman yang masuk dalam daftar close friend Zara membocorkannya.

Pentingnya Mendampingi Anak Menggunakan Media Sosial

Sumber: SIAPGRAK.COM

Parents, tak dapat dipungkiri bahwa internet dan media sosial tak bisa lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Anak-anak, khususnya yang sudah beranjak remaja juga tak sedikit yang sudah memiliki media sosial pribadi.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa orangtua perlu memberikan pendampingan pada anak dalam menggunakan sosial media agar tidak disalahgunakan. Bocornya informasi pribadi seperti kasus yang dialami Adhisty Zara juga bisa saja dialami oleh kita dan anak kita.

Lalu bagaimana cara yang tepat untuk mendampingi anak menggunakan media sosial?

Pertama, orangtua harus paham betul bahwa media sosial memiliki kekurangan dan juga kelebihannya tersendiri. Media sosial dapat bermanfaat bagi kehidupan anak, sebut saja memudahkan komunikasi dengan teman dan keluarga, hingga menjadi wadah untuknya menyampaikan aspirasi.

Sumber: xFrame

Artikel Terkait: 9 Dampak Negatif Media Sosial pada Kesehatan Mental

Namun bak pisau bermata dua, media sosial juga memiliki sisi gelapnya tersendiri.

Masalah umum yang ditemukan di sosial media seperti cyberbullying atau predator online menjadi hal-hal yang dikuatirkan dalam penggunaan media sosial untuk anak.

Oleh karena itu, peran orangtua sangat dibutuhkan di sini. Orangtua perlu mengetahui apa yang diperbuat anak-anak di internet. Namun pengawasan yang terlalu ketat dan bersifat overprotektif dapat membuat anak merasa tidak nyaman dan merusak kepercayaan yang telah dibangun bersama.

Mengutip dari Kids Health, kunci dari mendampingi anak menggunakan media sosial adalah tetap terlibat dengan cara yang membuat anak mengerti bahwa Parents menghormati privasi mereka dan memastikan bahwa mereka aman.

Memilah Mana yang Pantas Diunggah Atau Tidak

Sumber: SIAPGRAK.COM

Anak-anak dan remaja masih belum bisa membedakan hal yang buruk dan baik serta memikirkan sebab akibat dari segala perbuatannya dengan matang seperti orang dewasa. Begitu pula dalam penggunaan media sosial.

Internet memberikan kita kemudahan untuk membagikan apa saja, baik itu video, foto, suara, dan lain sebagainya. Maka dari itu, orangtua hendaknya menanamkan kepada anak untuk memilah mana yang pantas diunggah atau tidak.

Ingatkan anak untuk berpikir dua kali sebelum menekan tombol ‘share’ atau ‘bagikan’. Ajarkan untuk menimbang terlebih dahulu baik atau buruknya sebelum membagikan sesuatu.

Misalnya, ketika hendak memposting lokasi sekolah atau lokasi rumah dengan detail, maupun identitas lengkap anak. Informasi pribadi seperti itu bisa saja disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Begitu pula dengan foto atau video yang bersifat pribadi. Apakah foto atau video pribadi tersebut pantas dibagikan menjadi konsumsi publik?

Memposting foto yang tidak pantas bisa saja berdampak merusak reputasi dan menyebabkan masalah bertahun-tahun kemudian, karena jejak digital tak akan hilang dengan mudah.

Artikel Terkait: Bolehkah Anak SD Punya Akun Media Sosial?

Video Adhisty Zara Dibocorkan Teman, Bagaimana Cara Memilih Teman yang Baik untuk Anak?

Sumber: xFrame

Pada kasus Zara, ia sudah memilih untuk mengunggah video pribadinya di sebuah akun yang tertutup, yang berisi teman-teman terdekatnya yang ia percaya. Sayangnya, salah satu temannya membocorkan video tersebut hingga menjadi viral.

Parents, orang-orang yang kita pilih untuk menjadi teman dapat membentuk hidup kita secara permanen. Anak-anak dan remaja kebanyakan masih belum menyadari nilai-nilai dari seorang teman yang baik dan bahaya yang dapat timbul karena memilih teman yang salah.

Orangtua dapat membantu anak untuk memilih teman yang baik dengan mencontohkan jenis persahabatan yang baik untuk anaknya. Anak akan secara alami melihat orangtua dan ‘pilihan’ teman-temannya sebagai tolak ukur untuk pilihan mereka sendiri.

Ajari kepada anak bagaimana persahabatan yang sehat lewat diri Parents sendiri. Dukung anak untuk menghargai diri dan temannya dalam sebuah relasi.

Penting untuk menjelaskan bahwa anak memiliki kontrol untuk memilih siapa saja yang akan dimasukkan ke dalam lingkaran pertemanan dan siapa saja yang sebaiknya menjadi pengecualian.

Teman yang baik akan menghormati privasi kita, berada di saat senang maupun susah, saling mendukung, dan memberikan dampak baik untuk kehidupan anak.

***
Terkait kasus video Adhisty Zara, pada skandal pertama sang ibu angkat bicara bahwa ia akan berada di sisi Zara apapun yang terjadi kepada putrinya. Kejadian ini bisa menjadi pengingat bagi orangtua bahwa anak tetap membutuhkan pendampingan dalam ‘bermain’ media sosial. Apakah Parents mengijinkan anak untuk menggunakan media sosial atau tidak?

Baca Juga:

Parents, Beritahu 5 Fakta Ini Sebelum Izinkan Anak Pakai Media Sosial!

Mengapa Remaja Sering Curhat di Media Sosial? Ini Penjelasannya Menurut Psikolog

5 cara lebih dekat dengan anak di media sosial yang bisa Parents tiru