KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIA
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Jakarta, Senin (9/3/2020).

JAKARTA, SIAPGRAK.COM - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan, Indonesia tetap optimistis mencapai pertumbuhan ekonomi pada rentang 3,7 persen hingga 4,5 persen sepanjang tahun 2021, meski varian Delta menyebar dan naik tinggi.
Hal itu dia sampaikan dalam konferensi internasional bersama Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB).
"Kami tetap berharap kami pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 masih berada pada kisaran 3,7-4,5 persen. Tapi kami terus melihat apa yang akan terjadi di kuartal III," kata Suahasil dalam konferensi internasional, Kamis (22/7/2021).

Suahasil menyebut, optimisme itu berasal dari komitmen Indonesia melakukan reformasi struktural.

Ia meyakini, reformasi struktural membuat Indonesia lebih berdaya tahan dan pulih lebih baik dari masa sebelum Covid-19.  Meski dia akui, saat ini Indonesia berada salam situasi yang sangat sulit menghadapi varian Delta, sama sulitnya dengan seluruh negara di dunia.

"Kami percaya terlepas dari kesulitan itu, pandemi ini benar-benar memberi kami kesempatan berharga untuk mengubah ekonomi kami termasuk menjadi lebih berkelanjutan dan lebih hijau," tutur Suahasil.

Optimisme juga didukung dari respon cepat kebijakan fiskal saat varian Delta menyebar. Salah satu caranya adalah memperkuat program perlindungan sosial dan kesehatan, tecermin dari naiknya anggaran PEN dari Rp 699,43 triliun menjadi Rp 744,75 triliun.

Dia menuturkan, Kemenkeu sebagai otoritas fiskal harus tetap prudent namun tetap luwes mengatur belanja APBN untuk mendukung pemulihan ekonomi.

"Kami ingin memastikan bahwa pada saat yang sama kami akan kembali lebih baik, kami akan meningkatkan ekonomi kami, kami tidak akan mengembalikan cara bisnis seperti biasa dalam mengelola dan mengatur ekonomi kami," ucap Suahasil.

Adapun tambahan anggaran bakal disalurkan melalui berbagai program bansos untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya masyarakat rentan.

Begitu pun bantuan modal usaha untuk UKM agar mampu bertahan menghadapi krisis, serta penanganan di sektor kesehatan.

"Kami segera menambah alokasi anggaran untuk mendukung pemeriksaan, pengobatan, peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan, penyediaan insentif untuk nakes, dan sekaligus menggenjot program vaksinasi. Kami harus fleksibel dengan anggaran yang kami buat," tandas Suahasil.

Penulis : Fika Nurul Ulya Editor : Erlangga Djumena