Dinas Kesehatan Kota Depok menyatakan dua warganya kini pulih usai menjalani isolasi di rumah sakit. Mereka sempat dirawat lantaran alami gejala demam. Foto: iStockphoto
Dinas Kesehatan Kota Depok menyatakan dua warganya kini pulih usai menjalani isolasi di rumah sakit. Mereka sempat dirawat lantaran alami gejala demam. Foto: iStockphoto

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok memastikan dua warga Kota Depok yang terpapar mutasi SARS-CoV-2 Omicron dengan subvarian baru yakni BA.5 sudah dinyatakan pulih usai menjalani masa isolasi di rumah sakit wilayah DKI Jakarta.

Kadinkes Kota Depok Kota Depok Mary Liziawati menambahkan, keduanya sempat dirawat di rumah sakit lantaran mengalami gejala demam dan sakit tenggorokan.

"Alhamdulillah sudah selesai isolasi dan kembali beraktivitas," kata Mary dikutip dari situs resmi Pemkot Depok, Jumat (24/6).

Mary menyebut pihaknya sudah melakukan aktivitas penelusuran kontak dari warga terdekat atau kontak erat dari kedua pasien tersebut. Berdasarkan hasil tracing, kontak erat dinyatakan negatif Covid-19.

Mary kemudian mewanti-wanti agar masyarakat tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas.

Selain itu, warga yang belum sama sekali menerima vaksin Covid-19 maupun yang belum menerima vaksin primer lengkap diminta untuk segera mengakses layanan vaksinasi di fasilitas kesehatan. Mary juga mendorong agar masyarakat segera mengakses vaksinasi dosis lanjutan atau booster untuk mendapatkan imunitas tambahan.

"Tetap jalankan protokol kesehatan dan lengkapi vaksinasi Covid-19 hingga dosis ketiga atau booster," ujarnya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebelumnya melaporkan jumlah kasus BA.4 dan BA.5 di Indonesia bertambah menjadi 143 kasus per 22 Juni 2022. Rinciannya dua kasus BA.4 20 kasus dan 123 kasus BA.5.

Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril menambahkan, dua subvarian ini teridentifikasi sejumlah daerah Indonesia. Rinciannya Bali 3 kasus, 98 kasus dari DKI Jakarta, 29 dari Jawa Barat, dan 13 kasus dari Banten.